Pada Mencari Jejak kedua kami peserta camp habituasi sejuta cinta diajak untuk menyemai empati dan peduli. Belajar untuk menumbuhkan empati kita yg berarti kita belajar untuk ikut merasakan perasaan atau pengalaman orang lain dimana seakan-akan kita ada pada kondisi tersebut. Belajar peka terhadap isu sosial disekitar kita.
Nah untuk isu sosial yang saya angkat dalam pengikat makna 2 ini yaitu tentang kondisi anak yang ditinggal orangtuanya merantau keluar kota. Di daerah saya, sebagian besar warganya bekerja sebagai pemilik usaha rumah makan Tegal / Warteg sehingga sebagian besar mereka hidup diluar kota, sayangnya banyak dari mereka lebih memilih merantau tanpa membawa anaknya. Hal ini karena mereka merasa repot, biaya hidup semakin besar, dan berpikir anak akan lebih sejahtera ketika tinggal dikampung halaman.
Namun anggapan ini berbanding terbalik dengan kondisi psikologis anak. Banyak anak merasa kesepian dan kurangnya intensitas komunikasi n interaksi antara anak dengan orangtua menimbulkan kurangnya kedekatan yang terjalin diantara keduanya. Padahal kedekatan berperan penting untuk menjaga kewarasan & kondisi mental anak.
Banyak didapati kasus dimana anak yg ditinggal orangtuanya merantau susah untuk diatur, nakal, mudah emosi dan menurun prestasinya. Mereka cenderung berkepribadian bebas karena menganggap tidak ada yg disegani atau ditakuti. Hal ini jika dibiarkan saja akan memberikan dampak negatif, perilaku anak jadi tidak terkontrol bahkan bisa memicu timbulnya kejahatan yg tidak diinginkan. Untuk menghindari hal tersebut maka perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan.
Mengapa tidak menjadikan WhatsApp grup RT/RW untuk dijadikan tempat campaign edukasi pentingnya menjalin komunikasi & kedekatan orangtua dg anak mengingat banyak orangtua yg menjadikan grup WhatsApp sebagai media untuk update informasi / keadaan terkini dilingkungan rumahnya. Dengan melihat pesan tersebut harapan bisa menjadi pengingat utk bisa tetap menjalin komunikasi & interaksi sehingga anaknya bisa terpantau. Dan bagi anak, terkadang mereka merasa kesepian, merasa depresi, bingung ingin curhat atau sharing atau sekedar menuangkan "cerita hari ini ngapain aja" tp belum menemukan tempat yang pas, kenapa tidak membuat wadah utk menampung permasalahan tersebut. Bisa menggunakan sosial media atau form isian kemudian diunggah dan dijawab dengan identitas anonim. Dengan begitu teman lain bisa melihat apa saja cerita-cerita yg masuk dan juga memberi respon, sehingga munculnya interaksi yg membhat ia tidak merasa sendiri, ada teman lain jg sedang mengalami perasaan yg sama.
Untuk itu solusinya
- Edukasi Campaign kepada orangtua dengan menyampaikan pesan berkala di grup WhatsApp warga
- Membuat kotak perasaan/curhat center untuk menjadi tempat sharing anak-anak yg jauh dari orangtua