happy moments, happy times, happy memories

Setangkai Mawar Usang


Mendapat bunga dari orang tersayang merupakan salah satu momen yang sangat menyenangkan. Dulu sekali saat aku masih di kelas satu SMA seseorang yang aku sukai memberikan bunga mawar sebagai hadiah kejutan tanpa sebab. Seikat bunga mawar merah yang cantik serta harum baunya merupakan hadiah terindah yang pernah aku terima selama menjalani kehidupan ini. Meski sekarang setelah bertahun – tahun berlalu, bunga tersebut masih aku simpan disuatu kotak kenangan. Tepatnya lima tahun telah berlalu, kini aku buka kembali bunga mawar yang aku simpan dilembaran buku diary SMA. Bunga tersebut masih tersimpan rapi, hanya saja warnanya telah berubah menjadi merah kecoklatan. Meski demikian, bunga tersebut masih sangat harum karena sebelumnya telah aku bubuhi wewangian parfum. 
Share:
Read More

Kisah si Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Kesehatan Masyarakat, orang awam pasti menganggapnya sebagai studi yang berhubungan dengan kesehatan dimasyarakat. Lalu bagaimanakah kisahku dengan Kesehatan Masyarakat? kenapa pula Kesehatan Masyarakat yang akhirnya aku pilih? Jawabanku kurang lebih sama seperti diprofil blogku disamping, aku merupakan seseorang yang dari kecil bercita – cita menjadi psikolog namun akhirnya berbelok arah semenjak kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini. Sebenarnya tidak pernah terpikir didalam benakku untuk masuk ke fakultas ini karena sejak SMP aku selalu mendeklarasikan diri untuk kuliah Psikologi, bahkan saat kelulusan SMA aku mendapat kiriman pos dari salah satu Universitas Swasta di Semarang yang menyatakan bahwa aku diterima di Jurusan Psikologi Universitas Swasta tersebut. Senang pastinya karena selangkah lagi impianku tercapai, namun target kuliah di Universitas Negeri masih menjadi prioritasku kala itu, apalagi kalau bukan pertimbangan dari segi biaya. J

Berawal dari tes SNMPTN yang mengharuskan memilih 3 prodi untuk tes paket IPC (karena Fakultas Psikologi Undip yang aku pilih masuk ke prodi IPS). Akhirnya pilihanku jatuh pada Psikologi, Kesehatan Masyarakat, dan Matematika. Memilih Kesehatan Masyarakat pada awalnya hanya ikut – ikutan teman, disamping peluang diterimanya besar. Setelah tiba saat pengumuman SNMPTN, akhirnya aku dinyatakan lolos namun masuk ke prodi Kesehatan Masyarakat. Seusai pengumuman, bukannya senang, aku justru bengong, bimbang, dan sebenernya sih mau nangis banget karena harus menerima kenyataan bahwa aku tak bisa menjadi Psikolog yang selama ini aku idamkan. Dan setelah mendapat beberapa saran dari orang – orang terdekat serta mempertimbangkan matang – matang konsekuensinya, akhirnya aku memutuskan mendaftar ulang untuk menjadi mahasiswa FKM.
Share:
Read More