Kesehatan Masyarakat, orang awam pasti menganggapnya sebagai studi yang berhubungan dengan kesehatan dimasyarakat. Lalu bagaimanakah
kisahku dengan Kesehatan Masyarakat? kenapa pula Kesehatan Masyarakat yang akhirnya
aku pilih? Jawabanku kurang lebih sama seperti diprofil blogku disamping, aku merupakan
seseorang yang dari kecil bercita – cita menjadi psikolog namun akhirnya
berbelok arah semenjak kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini.
Sebenarnya tidak pernah terpikir didalam benakku untuk masuk ke fakultas ini
karena sejak SMP aku selalu mendeklarasikan diri untuk kuliah Psikologi, bahkan
saat kelulusan SMA aku mendapat kiriman pos dari salah satu Universitas Swasta
di Semarang yang menyatakan bahwa aku diterima di Jurusan Psikologi Universitas
Swasta tersebut. Senang pastinya karena selangkah lagi impianku tercapai, namun
target kuliah di Universitas Negeri masih menjadi prioritasku kala itu, apalagi kalau bukan pertimbangan dari segi biaya. J
Berawal dari tes SNMPTN yang mengharuskan memilih 3
prodi untuk tes paket IPC (karena Fakultas Psikologi Undip yang aku pilih masuk
ke prodi IPS). Akhirnya pilihanku jatuh pada Psikologi, Kesehatan Masyarakat,
dan Matematika. Memilih Kesehatan Masyarakat pada awalnya hanya ikut – ikutan
teman, disamping peluang diterimanya besar. Setelah tiba saat pengumuman
SNMPTN, akhirnya aku dinyatakan lolos namun masuk ke prodi Kesehatan Masyarakat. Seusai pengumuman, bukannya
senang, aku justru bengong, bimbang, dan sebenernya sih mau nangis banget karena harus
menerima kenyataan bahwa aku tak bisa menjadi Psikolog yang selama ini aku idamkan. Dan setelah mendapat beberapa saran dari orang – orang terdekat serta
mempertimbangkan matang – matang konsekuensinya, akhirnya aku memutuskan mendaftar ulang untuk menjadi mahasiswa FKM.