happy moments, happy times, happy memories

to: Mr. Sanguinis

Selamat malam kamu, Mr. Sanguinis...
Apa yang sedang kamu lakukan malam ini? 
Tahukah kamu…beberapa waktu ini pikiranku selalu tertuju pada kamu, diam – diam kamu selalu hadir dimimpiku, apakah kamu juga merasakan hal yang sama denganku? sayangnya aku tak tahu juga tak berani menanyakannya. Aah…Jangankan menanyakan tentang perasaan, membuka percakapan saja sangat terasa sulit. 
Mr. Sanguinis, menyukaimu merupakan suatu misteri bagiku. Bisa jadi caraku menyukaimu disebut sebagai mencintai dalam diam. Meski terasa menyesakkan dada, namun bagiku ini adalah cara terbaik untuk tetap dekat dengan kamu.

Kamu tahu? Hatiku meletup – letup seperti jagung yang dipanaskan kemudian berubah menjadi popcorn setiap berada disamping kamu. Untung saja tuhan menaruh hati kita berada didalam dada, tertutup oleh puluhan tulang rusuk sehingga ia tidak bisa lari. Untung juga hati ini tak memiliki kemampuan untuk berbicara dengan orang lain selain diri sendiri, sehingga ia tak dapat mengungkapkan isi hatinya tanpa persetujuan dari sang pemiliknya.

Mr. Sanguinis, semoga kamu bisa menangkap radar perasaanku, meski hanya ku kirimkan sinyal melalui do'a - do'a.


to:
Mr. Sanguinis



“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam – diam hanya bisa mendoakan. Mereka Cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. orang yang jatuh cinta diam – diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan, dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam – diam hanya bisa, seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian”. 
- Raditya Dika.-
Share:
Read More