![]() |
| Karena kita perempuan, mari sayangi sesama… |
Hari
ini aku mau membahas mengenai kanker serviks. Nah perlu diketahui kanker
serviks merupakan pembunuh terbesar kaum perempuan dimuka bumi ini karena berdasarkan
penelitian, setiap harinya sekitar 40 – 45 orang terdiagnosa kanker serviks dan
20 – 25 orang meninggal karenanya. Jadi untuk upaya pencegahan, kita sebagai
perempuan harus mengetahui semua hal tentang kanker serviks.
Kanker
Serviks atau Kanker leher rahim merupakan suatu displasia dileher rahim atau
adanya sejenis kutil dibagian leher rahim kita. Tanda/gejala awal untuk
mengetahui penyakit ini memang tidak langsung terlihat, sehingga perlu dilakukan
tes mikroskopis untuk mengetahui lebih jauh jika kita mencurigai adanya kanker
serviks dalam tubuh. Biasanya gejala akan terlihat saat memasuki stadium lebih
lanjut misalnya saat ditemui perdarahan disekitar vagina, mengalami keputihan yang tidak normal, sakit di daerah panggul, nyeri saat
berhubungan seksual, penurunan nafsu makan, dll.
| Letak kanker servik, tepat di leher rahim |
Ada
beberapa faktor penyebab timbulnya kanker serviks, diantaranya ialah:
1.
Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)
Pada kanker serviks, faktor risiko yang terpenting adalah infeksi
HPV (Human Papilloma Virus). HPV merupakan
virus yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, ditularkan melalui
hubungan seksual yaitu saat terjadi kontak kulit seperti vaginal, anal, atau
oral seks. Selain itu pria yang berhubungan dengan perempuan yang memiliki
riwayat kanker serviks dapat menjadi media penularan penyakit ini.
2. Merokok
Wanita yang merokok memiliki resiko dua kali lebih besar terserang
kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Rokok mengandung banyak zat
racun/kimia yang dapat menyebabkan kanker paru. Zat-zat berbahaya ini dibawa ke
dalam aliran darah, ke seluruh tubuh, dan ke organ lainnya. Produk sampingan
rokok seringkali ditemukan pada mukosa serviks dari para wanita perokok.
3. Infeksi
HIV
HIV (Human Immunodeficiency
Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Orang yang menderita
penyakit HIV/AIDS memiliki sistem imun yang rentan terhadap penyakit termasuk
terserang virus HPV penyebab kanker serviks.
4. Infeksi
Klamidia
Klamidia merupakan bakteri yang umum menyerang organ wanita yang tersebar
melalui hubungan seksual. Seorang wanita mungkin tidak tahu bahwa ia terinfeksi
kecuali dilakukan tes untuk klamidia selama pemeriksaan panggul. Beberapa riset
menemukan bahwa wanita yang memiliki sejarah atau infeksi memiliki kanker
serviks lebih tinggi. Infeksi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan
masalah serius lainnya.
5. Diet
Diet yang tidak sesuai dengan anjuran juga dapat memicu terjadinya
kanker serviks. Diet rendah sayuran dan buah-buahan menjadi faktor resiko
terserang kanker seviks. Selain itu, wanita yang obes/gemuk memiliki resiko
tinggi terserang penyakit ini.
6. Pil
KB
Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko
terjadinya kanker serviks. Riset menemukan bahwa resiko kanker serviks
meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut menggunakan pil
kontrasepsi, dan akan cenderung menurun pada saat pil di-stop. Memiliki Banyak Kehamilan (wanita yang menjalani 3 atau
lebih kehamilan utuh) memiliki peningkatan resiko kanker serviks.
7. Hamil Pertama di Usia Muda
Wanita yang hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun 2x lebih
beresiko terkena kanker serviks di usia tuanya. walaupun puncak kesuburan wanita berada pada usia 18 - 25 tahun, namun idealnya usia seseorang untuk hamil pertama kali ialah 21 tahun karena pada usia tersebut organ reproduksi kita
sudah siap dan matang jika akan hamil.
8. DES
(diethylstilbestrol)
DES adalah obat hormon yang pernah digunakan antara tahun 1940-1971
untuk beberapa wanita yang memiliki resiko keguguran. Anak-anak wanita dari
para wanita yang menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko
terkena kanker serviks lebih tinggi.
9. Riwayat
Keluarga
Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa keluarga. Bila Ibu
atau kakak perempuan Anda memiliki kanker serviks, resiko Anda terkena kanker
ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang bukan. Ini mungkin karena
wanita-wanita ini kurang dapat memerangi infeksi HPV daripada wanita lain pada umumnya.
10. Berbagi Handuk / Sprei serta perlengkapan yang bersifat pribadi
Waspada handuk / sprei
yang dipakai bersama – sama dapat menjadi sarang penularan kanker serviks.
karena saat berbagi perlengkapan yang bersifat pribadi kita belum tentu mengetahui apakah orang tersebut rajin menjaga kebersihannya.
11. Hati
– hati jika memiliki pasangan yang belum dikhitan karena dapat menjadi media
penularan kanker serviks. Khitan/sunat memiliki manfaat baik dari segi agama maupun kesehatan. Pria yang tidak dikhitan memiliki resiko tinggi tertular/menularkan penyakit seksual.
Untuk
itu beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks,
diantaranya:
1. Tes
Pap Smear setiap tahun
tes mikroskopis dengan mengambil
lendir pada vagina sehingga dapat dideteksi dini kemungkinan menderita kanker serviks. Tes Pap Smear bisa dilakukan pada dokter kandungan atau dokter
spesialis ginekologi
2. Jangan Merokok
Seperti yang kita tahu,
merokok mempunyai efek yang lebih banyak merugikan daripada efek baiknya.
Sehingga untuk para perempuan diusahakan agar tidak merokok. Apalagi kita
tinggal dinegara Indonesia yang notabene sangat menjunjung tinggi budaya. Perempuan yang merokok dianggap seseuatu yang tabu, tentunya kita pasti akan mendapat kucilan dari masyarakat. Yang paling parah, jika ketahuan calon mertua, kita bakal ditolak mentah – metah jika tahu calon istri anaknya adalah seorang
perokok.
3. Kurangi Pemakaian Obat Antispetik dibagian Vagina
Kebiasaan perempuan memakai
cairan antiseptic dibagian vagina tidak lain adalah untuk menjaga kesehatan
miss V kita, tetapi jika hal tersebuta justru mengganggu kesehatan kita, lebih baik
menghindari pemakaian cairan antiseptic. Perlu kita ketahui, di bagian miss V
kita terdapat bakteri baik dan bakteri jahat, jika kita memberi cairan antispetik
tidak hanya bakteri jahat yang mati tetapi juga bakteri baik kitapun akan mati.
Kalau begitu, tidak ada lagi penjaga untuk miss V kita. Daripada memakai cairan
antiseptic, lebih baik kita bersihin daerah V kita pake sabun bayi, insya Allah
masih aman J
4. Jaga Kebersihan Organ Intim
Salah satu caranya
yaitu dengan mengganti celana dalam minimal 2x sehari, dan bagi yang sedang
menstruasi sering – seringlah mengganti pembalut, minimal 3x sehari.
5. Jaga Asupan Nutrisi
Menjaga asupan nutrisi
kita dengan cara makan teratur dan diimbangi asupan vitamin E dan C yang memadai serta mengkonsumsi makanan yang
banyak mengandung Asam Folat.
6. Hindari
menikah atau berhubungan seksual pada usia kurang dari 20 tahun
7. Hindari
berganti – ganti pasangan, karena faktor resiko tertular penyakit kelamin akan
semakin besar seperti penyakit HIV/AIDS, HPV, dsb
Demikian
sedikit ceritaku mengenai segala hal tentang kanker serviks, semoga bermanfaat.
Yuks budayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Jangan segan – segan untuk
membagikan informasi kanker serviks kepada siapapun perempuan yang anda sayang
karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Salam sehat J
diambil dari
berbagai sumber

okee, terimakasih infonya :)
BalasHapus