Beberapa
minggu belakangan pikiranku sedang tidak terkontrol. Banyak serangan yang
secara tiba – tiba datang. Bagaikan angkot yang lama ditungguin tak kunjung
datang, sekali datang mereka berbarengan tanpa memandang arah tujuan si
penumpang. Aah...mungkin aku seperti penumpang angkot yang sedang kebingungan itu.
Seorang penumpang yang sedang pusing memikirkan arah tujuan hatinya. Episode mr.
sanguinis belum usai, muncul lagi mr. X yang datang seperti kereta ekspress, ada
pula mr. Y yang munculnya membuat posisi terasa semakin susah untuk bergerak…
aaah gimana kabar skripsiku kalo menata hati gini aja aku kewalahan L
Hari
ini aku bertemu kamu lagi, mr. sanguinis. Aku merasa lega, kamu tampak sehat
serta semangat. Sepertinya hari - harimu penuh dengan senyum dan aku senang
melihat kamu banyak tersenyum. Aku merasa aneh, lama tak bertemu membuat topik pembicaraan kita semakin sedikit. Tak banyak hal
yang bisa aku bicarakan dengan kamu, aku merasa canggung didekat kamu.
Mr. Sanguinis, aku baru menyadari mata terutama bulu matamu bagus. Meski secara keseluruhan rupamu bukan
tergolong pria yang sangat rupawan, tetapi kamu mempunyai aura yang membuat
orang mudah dekat dengan kamu terutama kaum perempuan. Tak mengherankan memang,
sesuai dengan sebutanmu, kamu orang golongan sanguinis yang banyak disukai
orang lain.
Mr. Sanguinis, meski suara hatiku tak sempat sampai pada hatimu, semoga kelak
kamu mendapat seseorang yang baik yang bisa membuat senyummu lebih lebar lagi.
Dari
aku,
yang diam – diam memendam rasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar