happy moments, happy times, happy memories

Saat Jodoh Seolah Menjauh, Antara Rindu dan Keputusasaan

(c) ig @klikyosi
Hallo sahabat blogger, lama tak saling menyapa, apa kabar? Semoga kabar kalian semua baik selalu yaa dan yang terpenting jangan lupa bersyukur.
Sahabat blogger, hari ini aku pengen berbagi cerita sekaligus ilmu yang baru saja aku dapetin pas ikut romantic talkshow minggu lalu. Talkshow ini memiliki tema sangat menarik karena langsung membuat baper siapa saja yang baca, “Saat Jodoh Seolah Menjauh, Antara Rindu dan Keputusasaan”. Tema ini seolah menggambarkan curahan hati jomblo-ers, single-ers atau apalah sebutannya yang saat ini memang sedang mengalami fase kegalauan akut dalam mencari tambatan hati, hehe.
Sahabat blogger selain dari sisi tema, romantic talkshow ini juga diisi oleh pemateri yang tak kalah menarik. Siapa yang tak kenal dengan Ustadz Akbar Nazary, seorang pendakwah muda ganteng yang baru saja menggenapkan separuh agamanya, ia merupakan fouder dari @dakwahislam. Selain beliau, ada ustadz Yosi Al Muzanni, penulis buku “Im’possible Young Marriage” sekaligus Founder Klinik Nikah Indonesia, dan Ustadz Dimas Anafadli, Motivator muda sekaligus Pembina Klinik Nikah Semarang. Ketiga pemateri romantic talkshow ini merupakan praktisi nikah muda dan memang spesialis dalam hal nikah menikah. Oia tak kalah menarik, acara ini juga disemarakkan oleh “ifive voice” yang dengan suara merdunya membuka acara dengan membawakan lagu “menikahimu” milik Kahitna. Ada juga mas Bayu, kreator Hujan Cerita yang dalam acara ini sekaligus merangkap menjadi moderator. Daaan terakhir, acara ini juga dipandu oleh MC kocak “Mlumah”, duo comedian kocak jebolan salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Jadi meski pada awalnya hanya iseng, namun tak ada penyesalan setelah mengikuti romantic talkshow ini.
Sahabat blogger, berdasarkan paparan yang disampaikan Ustadz Akbar Nazary, lelaki idaman dunia akhirat ialah lelaki yang bisa menjadi pemimpin, dalam hal ini merupakan pemimpin bagi keluarga (QS. An Nisa : 34). Lelaki tersebut memiliki ciri – ciri sebagai berikut.
1.     Memiliki kekuatan jasadiyah
Artinya ia mampu menjadi tulang punggung bukan tulang rusuk. Seorang lelaki ditakdirkan memiliki derajat yzng lebih tinggi daripada wanita, oleh karena itu ia harus mampu menjadi imam atau pemimpin dalam keluarga, itu mengapa dalam islam pula disunnahkan untuk berenang, berkuda, serta memanah, olahraga tsb berguna untuk melatih lelaki agar lebih tangguh dan kuat terutama secara fisik/jasad.
2.     Memiliki kekuatan fikriyah
Artinya lelaki harus memiliki kekuatan dalam pemahaman agama, lelaki yang baik akan menghabiskan waktu yang ia miliki untuk mendalami ilmu agama. Misalnya ia memahami ilmu halal haram, sirah nabawiyah, tau sejarah islam, serta mengetahui gaya kehidupan rumah tangga ala Rosulullah, dan yang tak kalah penting, ia juga memiliki hafalan yang banyak. Ilmu – ilmu tersebut berguna untuk membangun kehidupan rumah tangganya, karena seorang lelaki haruslah menjadi gudang ilmu bagi istri dan anaknya.
3.     Memiliki kekuatan ruhiyah atau sprititual
Artinya seorang lelaki yang baik ialah lelaki yang memiliki kedekatan dengan Allah SWT, lihatlah bagaimana ia mencintai dan berkomunikasi dengan Allah SWT, dengan begitu kita akan mengetahui kedudukan Allah dalam hatinya.
Sahabat blogger, diantara kalian semua hayoo acungkan tangan jika ada yang tidak ingin menikah! Ah…pasti kalian sependapat denganku, kalo aku sih NOOO!!! kita semua pasti ingin menikah kan? Menggenapkan separuh agama, merancang keluarga yang sakinah mawwadah dan warrahmah, serta melahirkan generasi penerus yang mampu membangun peradaban islam. Ayuuuuk nikaah!!!! mari taaruf lalu khitbah aku, hahaha. Jangan hanya menghayal tapi mari kita wujudkan yaaa. Nah berbicara mengenai menikah, saat talkshow Ustadz Dimas memaparkan bahwa menikah merupakan sunnah yang dianjurkan Rosulullah, hal ini sesuai Hadits Rosulullah sebagai berikut.
اَلنِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوْا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ.
“Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat).” (Hadits shahih lighairihi: diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1846) dari ‘Aisyah ra).  Adapun kiat – kiat menikah menurut paparan Ustadz Dimas, diantaranya ialah:
1.     Niat untuk beribadah murni karena Allah SWT dan Rosulullah,
Sahabat seperti yang kita tau, apapun yang kita lakukan akan mendapatkan balasan sesuai dengan niat awal yang kita tanamkan dalam diri. Niat yang salah akan membuat hasil yang kita lakukan sia-sia. Dalam sebuah hadits dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
 “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
2.     Persiapkan ilmu
Sahabat, menikah itu membutuhkan ilmu, seseorang yang menikah tanpa dibekali ilmu dikhawatirkan akan menghantarkan pada kesesatan. Sebelum menikah, alangkah baiknya kita bekali diri dengan memperdalam ilmu tentang pernikahan baik melalui buku, menghadiri kajian pra nikah atau mendatangi klinik nikah.
3.     Senantiasa berikhtiar
Ikhtiar yang kita lakukan dapat melalui cara dunia maupun langit. Dunia, yaitu dengan cara membuat dreambook/proposal hidup, tulis secara detail kriteria jodoh serta kapan, dimana dan bagaimana nanti kita akan menikah. Melalui cara langit yaitu dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan senantiasa memperbaiki diri. Bukankah jodoh merupakan cerminan dari diri kita?
4.     Tawakal
Menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT karena Allah-lah Dzat yg maha mengetahui akibat segala perkara, ridha dengan apa yg Allah SWT tetapkan. Dan harus tanamkan dalam diri, apapun hasil yang Allah berikan harus menjadi rasa syukur bagi kita (QS Al-Baqarah : 216)
Dan terakhir, jika kita sudah niat menikah, lantas bagaimana jika jodoh yang kita nanti – nanti tidak kunjung datang? Disini Ustadz Yosi menjelaskan tentang 2 poin penting dalam mencari jodoh, diantaranya ialah
1.      Jangan khawatir tentang jodoh, selama kita sudah melakukan usaha seperti diatas, tidak menyimpang dari agama, insya Allah akan dipertemukan dengan cara yang tidak kita duga. Kita harus yakin bahwa urusan jodoh merupakan hal yang mudah bagi Allah SWT. Sahabat jangan khawatir, jika memang jodoh kita tidak kita temukan didunia, bisa jadi Allah akan mempertemukan kita dengan seseorang di akhirat kelak.
2.   Sahabat, perlu diketahui bahwaa ikhtiar yang 100% kita lakukan hanya menyumbang 20% hasil yang kita dapat, sedangkan 80% merupakan sunatullah. Nah tips ampuh untuk memantapkan ikhtiar kita dalam menemukan jodoh:
·    Catat atau ingat kembali siapa saja teman – teman kita yang sudah ngebet banget ingin menikah, lalu doakan dengan tulus dan sepenuh hati agar mereka cepat dipertemukan dengan jodohnya. Cara ini akan mempermudah dikabulkannya doa kita. Belajar berdoa bukan hanya untuk diri kita tetapi untuk orang2 yg lain. Selain sebagai sedekah, biasanya ketika kita mendoakan orang lain malaikat akan ikut mengamini dan ikut serta mendoakan kita.
·       Catat dan ingat kembali siapa saja orang yang pernah dengannya kita masih memiliki ganjalan entah berbentuk perasaan, emosi, dosa, dsb. Sampaikan 3 kata ajaib "im sorry, thank you, dan i love you" baik secara langsung atau melalui media lain seperti sms, email, video, aplikasi chatting, dll. Semoga dengan begitu, bisa meleburkan segala sesuatu yg mengahalangi terkabulnya doa kita.

Terakhir, selamat berkelana, semoga saling menemukan J
klik: separuh agamamu, ada disini :p

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar