Aaaah… blog
tercintaku maafkan aku yang sangat tidak produktif pada bulan kemarin. Blog
yang sejatinya ingin selalu aku isi minimal 4 artikel per bulan kini tak
berkabar, terbengkalai seperti rumah kosong yang tak berpenghuni. Sebenarnya bukan maksud
meninggalkan blog ini, namun akhir – akhir ini urusan kuliah, organisasi dan
urusan pribadi seakan berlomba – lomba menghampiri tiada henti. Pada malam ini,
ditengah malam minggu yang tak ada yang menghampiri (huhuhu derita sang
jomblowati) aku coba sempatkan diri untuk sekedar bercerita mengenai film India
yang kini seakan terhempas oleh jaman.
Seperti yang kita ketahui, tayangan film India dewasa ini memang sangat jarang sekali muncul di layar kaca. Namun untungnya masih ada satu stasiun tv yang rutin menayangkan film india. Walaupun waktu penanyangannya hanya sekali seminggu dan kebanyakan judul filmnya pun masih jadul. Tapi semua itu masih sangat menghibur terutama bagiku yang masih sering rindu akan masa kecil, sehingga dengan menonton film india membuatku bisa sedikit bernostalgia dengan kenangan masa kecil.
Saat aku masih duduk dibangku sekolah dasar, film India sangat dielu – elukan oleh banyak orang. Dulu setiap stasiun televisi berlomba – lomba menayangkan film india, lagu india
diputar dimana – mana, nama – nama artisnya juga dikenal diseluruh kalangan
masyarakat. Ketenaran india jaman dulu mungkin setara dengan “Hallyu Wave” yang marak akhir – akhir
ini.
Berbicara
mengenai film india, jadi inget acara 17-an yang setidaknya selalu menyediakan
ruang untuk lomba menari, dan hampir semua lagu yang dilombakan ialah lagu
india. Semuanya serba india, bahkan ketika ada film india yang baru tayang
dilayar kaca, semua orang berusaha menyempatkan waktu untuk menonton. Bahkan jika lagunya bagus, tidak segan untuk
menghapalkan liriknya.
Namun malangnya
nasib film India pada masa sekarang, orang – orang seakan anti dengan film yang
menurutku sangat menjunjung tinggi kebudayaan mereka. Setidaknya mereka masih
melestarikan kebudayaannya tanpa sedikitpun rasa malu. Banyak anggapan bahwa
orang yang menyukai serba serbi india tergolong “Alay”. Padahal jika kita lihat
lebih bijak, dunia perfilman Indonesia mungkin masih berada dibawah India.
Lihat saja film – film India yang mampu bersaing di pasar Hollywood, penggemar ada di seluruh dunia, ide cerita yang ditawarkanpun tidak monoton meskipun
masih berbalut adegan tari menari dan menyanyi. Contohnya Film “3 Idiots” yang sarat
akan makna, “My Name is Khan” yang mengupas tentang Keislaman dan Terorisme,
“Don” menyajikan cerita yang pintar bertemakan kejahatan narkoba, film “RaOne”
tentang manusia pencipta robot, dan tidak kalah banyak film - film yang bergenre
romantic. Selain itu film – film jadulnya seperti "Kabhi Kushi Kabhi Gam", "Kuch
Kuch Hota Hai", "Man", dll. masih dicintai sampai sekarang, patut diacungi jempol deh untuk
film – film India. Semoga perfilman Indonesia bisa sampai pada level itu bahkan lebih bagus. (aamin!!)
Berbicara mengenai perfilman di Indonesia, perlahan tapi pasti kini mulai bangkit. Dari film yang hanya fokus pada tema horror yang mengandalkan cerita sensual kini mulai ada variasi tema misalnya
film "The Raid" yang suksesnya hingga ke Hollywood, "Habibie dan Ainun" yang
mengajarkan kesetiaan cinta, "5 cm" yang sukses membuat orang – orang ber-euforia
muncak alias naik gunung, dan masih banyak lagi. Meskipun bioskop di Indonesia
sebagian besar masih dipenuhi oleh film impor dari luar negeri, tidak menutup
kemungkinan Indonesia bisa seperti China, India yang lebih memprioritaskan
pemutaran film karya anak bangsa sendiri. Sehingga dunia perfilman Indonesia
semakin maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar