Kita pasti sering mendengar istilah yang menyebutkan bahwa “Kehidupan itu Kejam”. Kejam karena banyak ketidakadilan yang terjadi di dunia ini, misalnya saja bertemu orang egois yang sulit diatasi. Dalam kehidupan ini, kita sering menjumpai berbagai orang yang menyulitkan. Orang tipe ini terkenal susah untuk ditaklukkan bahkan saat kita berusaha menjadi malaikat yang bijak dan baik hati, saat kita berusaha memperlakukannya seperti seorang raja yang agung, mereka selalu mengabaikan seakan kita adalah debu yang bahkan wujudnya pun tidak dapat dilihat.
Menghadapi orang menyulitkan memang membutuhkan ekstra tenaga untuk sekedar melunakkan hatinya. Pernahkah kita bertanya, kenapa Tuhan menciptakan makluk yang demikian? Pernahkah terselip dibayangan kita kalau orang – orang menyulitkan, keberadaannya hanya menyesakkan dunia ini?
Menghadapi orang menyulitkan memang membutuhkan ekstra tenaga untuk sekedar melunakkan hatinya. Pernahkah kita bertanya, kenapa Tuhan menciptakan makluk yang demikian? Pernahkah terselip dibayangan kita kalau orang – orang menyulitkan, keberadaannya hanya menyesakkan dunia ini?
Menurut Gobind Vashdev dalam buku “Happiness Inside” cara termudah menghadapi orang – orang meyulitkan ialah dengan cara mengubah mindset atau cara pandang kita agar senantiasa berpikiran positif. Hal ini selain membuat kita bahagia juga mendatangkan keuntungan kepada kita sendiri. Mengapa demikian? Jawabannya tidak lain karena orang tersebut merupakan cermin kehidupan kita. Kita bisa belajar banyak dari orang menyulitkan ini. Jika cermin biasa digunakan untuk berdandan bersolek dan memperbaiki diri jika penampilan kita ada yang tidak beres. Orang menyulitkan ada untuk menyempurnakan hidup kita. Kita melihat cermin diri kita pada mereka yang menyulitkan. Kita menilai, menganalisa, memberi komentar terhadap sisi lain dari diri kita. Jika yang kita lihat terlihat baik maka yang harus kita lakukan adalah menerapkan kebaikan tersebut ke dalam diri kita, boleh juga kita modifikasi agar lebih menarik. Namun jika ada yang kurang puas maka harus segera kita perbaiki. Orang menyulitkan mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus bersikap didunia ini. Lihat dari sudut pandang kita sebagai pengamat, kemudian diolah dan dicermati untuk dipilih yang paling bagus.
Kita tidak sadar betapa baiknya orang menyulitkan ini, mereka guru yang dengan tanpa pamrih mengajarkan kita banyak hal. Bayangkan saja berapa uang yang harus kita bayar untuk menyewa seorang guru kursus kepribadian. Mahal bukan??? Maka dari itu setiap hal dari hidup ini selalu ada hal baik yang tersirat didalamnya. Kita sebagai pengamat pandai – pandailah membaca makna yang tersirat didalam setiap hal, setiap orang yang ada disekitar kita sehingga dengan demikian segala kebaikkan akan berpihak pada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar