Nagareboshi atau Meteor merupakan dorama Jepang yang dibuat pada tahun 2010 dan dibintangi oleh Aya Ueto dan Takenouchi
Yutaka. Jangan terkecoh dengan judulnya karena drama ini tidak akan mengisahkan
dunia elien dan teman – temannya seperti
drakor yang akhir – akhir ini lagi heboh “Man From the Stars”. Nagareboshi atau Meteor dalam Bahasa Indonesia berarti "Bintang Jatuh", meski disepanjang episode aku sendiri tak melihat adanya bintang yang jatuh. Beberapa adegan memang bercerita tentang melihat bintang jatuh tetapi ketimbang
bintang jatuh, drama ini justru lebih mengekspos keindahan ubur – ubur yang ada
dikolam aquarium karena memang sebagian besar ceritanya bersetting dikolam aquarium raksasa.
Sebenarnya drama ini sudah aku kenal
dari jaman SMA, namun baru aku tonton minggu kemarin. Awalnya sempat tidak berminat karena
pemeran cowonya ngga cakep, haha alasan kliseku setiap nonton drama jepang,
harus liat fisik pemainnya dulu sebelum liat jalan ceritanya. Jujur film atau dorama
Jepang memang memiliki jalan cerita yang extraordinary dan bagus – bagus, namun
yang aku tidak suka terkadang pemainnya tidak secakep drama/film korea atau
minimal seperti yang dibayangkan sehingga aku sendiri sering meng-underestimate-kan
beberapa judul film atau dorama. Salah satu doronganku untuk menonton dorama
ini ialah rasa penasaran terhadap aktingnya Aya Ueto yang memang sudah tidak
diragukan lagi, jadi yaa nonton deh…
Drama ini berkisah tentang pertemuan
yang tak disengaja antara Makihara Risa (Aya Ueto) dengan Okada Kengo
(Takenouchi Yutaka).
Risa yang depresi karena harus menanggung hutang kakaknya berencana bunuh diri dengan berusaha menabrakkan
dirinya direl kereta api. Disaat itulah ia bertemu dengan Kengo, sehingga
ceritapun dimulai dari pertemuan ini (baca sinopsisnya nagareboshi by saa)
Dorama ini sangat sederhana untuk dicerna, mengajarkan
banyak hal terutama tentang keluarga dan cinta.
Dikisahkan juga bagaimana perjuangan dan usaha, serta kasih sayang keluarga
Kengo demi menyelamatkan sang adik yang sebenarnya bukan saudara kandungnya. Kengo
tetap berusaha sekuat tenaga mencari donor hati untuk adiknya yang sedang menderita kanker hati. Banyak lika liku yang ia temui salah satunya ialah harus rela berpisah dengan
tunangannya yang sudah ia pacari selama 3 tahun. Melalui film ini, kita
diajarkan bahwa cinta atau jodoh tidak diukur dari seberapa lama kita
berpacaran atau mengenal seseorang, bahkan ia dapat hadir melalui pertemuan
singkat yang tak terduga seperti kisah cinta Kengo dan Risa yang pada awalnya
menikahi Risa demi mendapatkan donor hati untuk adiknya.
Pernikahan keduanya terikat
perjanjian atau istilah kerennya disebut kawin kontrak. Namun berbeda dari film
– film bertema demikian, disini kawin kontrak digambarkan seperti
realita yang ada dikehidupan nyata pada umumnya sehingga tak terkesan lebay
atau dibuat – buat. Hal ini didukung dengan chemistry antara Aya dan Yutaka
menurutku sangat keren sehingga meski tanpa adegan yang romantis, film ini
masih terlihat manis bahkan lebih romantis. Banyak adegan yang menurutku
berkesan, mungkin bagi pecinta film romantic ala Korea maupun Western akan
berbeda pendapat. Yaa... seperti drama jepang pada umumnya yang tidak begitu mengumbar
kemesraan demikian pula dengan drama ini, bahkan sepanjang episode tak ada adegan baik Kengo maupun Risa yang mengumbar cinta seperti mengungkapkan kata I Love You dan
sejenisnya. Kisah cinta yang mereka tunjukkan tumbuh dan berkembang seiring
berjalannya waktu.
Adegan yang paling romantic
menurutku saat Kengo mengajari Risa mengendarai sepeda, serta yang paling
berkesan saat Kengo memeluk Risa, dua kali yaitu saat mereka berpisah untuk
mengakhiri pernikahan mereka dan saat ending, adegan pertemuan kembali keduanya setelah
satu tahun berpisah. Kengo memeluk erat Risa dari belakang sembari
mengajak Risa untuk kembali ke rumah, selain itu ditengah cerita terdapat adegan Risa
menujukkan perutnya kepada Kengo, malam sebelum ia mendonorkan hatinya. Ia
meminta Kengo untuk mengingat bentuk perutnya karena setelah itu perutnya akan
penuh dengan jahitan bekas operasi, so sweet karena secara tidak langsung Risa berkeyakinan
bahwa mereka berdua akan tetap bersama meski pada kenyataan kontrak
pernikahannya akan berkhir ketika operasi selesai.
Difilm ini juga digambarkan
bahwa dunia kedokteran tidak seperti di sinetron Indonesia yang dengan gampangnya
mendonor organ. Ada berbagai prosedur rumit dimana pendonor harus melalui
berbagai tahapan seperti tes medis, wawancara, serta investigasi lanjut tentang
kesiapan pendonor serta asal muasal mendapatkan pendonor tersebut. Hal ini
tidak lain untuk memastikan bahwa donor yang disumbangkan murni dari kesediaan
pendonor serta tidak berasal dari kegiatan yang melanggar hukum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar