Tulisan ini sebenernya sudah lama aku tulis, namun
karena beberapa hal, Alhamdulillah baru sempet aku pos hari ini J (baca juga episode 1 atau episode 2)
Sebelumnya apakah teman – teman pernah merasakan
sidang? Dimana? Sidang di meja hijau gara – gara ditilang atau sidang skripsi? Hehe
apapun itu, semoga menjadi pengalaman yang berharga buat temen – temen yaaa…
Mendengar kata sidang, pasti yang ada dibayangan
teman – teman ialah sesuatu yang cukup menakutkan, iya bukan? Kalo aku memang
bener – bener takut, perasaanku campur aduk karena ini pertama kalinya aku
mengikuti sidang, bukan sidang karena kesalahan melainkan sidang Pengalaman
Belajar Lapangan sebagai Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Banyak hal yang
bergejolak dipikiranku, takut jika nantinya membuat kesalahan, namun suatu keyakinan
yang selalu tertanam dihati ialah meski kami telah berusaha sekuat tenaga,
namun karena pengalaman pertama pastinya harus ada kesalahan agar dipengalaman
berikutnya akan ada perbaikan yang lebih dari sebelumnya.
Sidang memang identik dengan sesuatu menyeramkan,
ibarat sidang yang dilakukan di meja hijau, kami mahasiswa diposisikan sebagai
terdakwa yang siap dicerca berbagai pertanyaan oleh sang hakim yang tidak lain
adalah dosen dan petugas puskesmas. Satu hal yang aku sadari adalah sidang kali
ini, kami memiliki pengacara yang tidak lain adalah teman – teman satu
kelompok, dimana saat kita tidak bisa mempertahankan pendapat kita, masih ada
anggota kelompok yang siap membantu. Lain halnya dengan sidang skripsi, kita
tak punya pengacara dimana laporan yang kita buat harus kita pertahankan
sendiri, hidup dan mati kita ada ditangan Allah SWT serta diri kita sendiri.
Persiapan untuk sidang ini aku lakukan dari sehari
sebelumnya, seperti mempelajari laporan yang telah dibuat, menyiapkan baju, sepatu
serta segala perlengkapan yang akan dipakai saat sidang. Bahkan tak lupa sedari
malam telah aku persiapkan mental agar pas hari H tidak blank ataupun
menghadapi kejadian – kejadian yang tak diharapkan.
Keesokkan harinya sekitar pukul 09.00 WIB kami
berkumpul di kampus tepatnya dibundaran FKM guna mereview hasil laporan kami
serta sebagai simulasi terhadap pertanyaan yang mungkin diajukan oleh penguji.
Kebetulan kami diuji oleh 3 penguji yaitu pak Bagoes dosen PKIP FKM, kepala Puskesmas
Guntur serta ibu Yuli selaku DPL kami.
Lagi – lagi kami dihadapkan dengan menunggu, suatu
hal yang paling dihindari oleh semua orang, kami maju diurutan kedua, sembari
menunggu tak lupa kami saling menguatkan, memberi semangat kepada teman - teman
satu kelompok serta berusaha untuk selalu optimis. Pukul 09.45 WIB kami
akhirnya dipanggil untuk sidang. Oh my
god, rasa – rasanya itu jantung seakan ingin lari dari tubuh ini, kemudian
kami bergegas menuju SCL sebuah ruangan berukuran sekitar 3x4 m yang terletak
diujung gedung B FKM Undip.
Sidang berlangsung sekitar 75 menit dengan paparan materi
sekitar 15 menit kemudian sisanya digunakan untuk tanya jawab. Sesi tanya jawab
ini benar – benar menegangkan terutama pertanyaan dari pak Bagoes karena
pertanyaaan lebih difokuskan ke materi PKIP (Promosi Kesehatan dan Ilmu
Perilaku) seperti struktur wilayah, perilaku, dsb. Mimpi buruk akhirnya menjadi
kenyataan, saat ditanya aku sempat blank dan tidak bisa menjawab dengan focus
karena gugup, pertanyaan akhirnya dijawab oleh salah satu anggota kelompok
kami, dan Alhamdulillah pada pertanyaan berikutnya aku bisa menjawab, yeeey!!
Sidang berakhir dengan perasaan lega sekaligus was –
was karena nilai akan keluar berbulan – bulan kemudian. Sebelum benar – benar berakhir
serangkaian acara PBL ini, kami sempatkan mendokumentasikan diri terlebih
dahulu untuk kenang - kenangan. Kini, setelah hampir enam bulan, nilai akhirnya
keluar!!! Sempat di troll oleh SIA gara – gara tidak bisa dibuka. Tiga hari
yang lalu perjuangan PBLku terbayar dengan hasil yang manis, Alhamdulillah
nikmat Allah sungguh indah. Semoga kebahagiaan ini tidak hanya milikku seorang,
melainkan juga milik temen sekelompok PBLku di Wonorejo. Terimakasih atas
pengalamannya, see you next steps KKL à Magang à PBL 2 à KKN à Skripsi à Wisuda, aaamin J
![]() |
| Tersenyum setelah sidang selesai J |


Hallo kak aku baru baca pengalaman kakak ini, waktu pemaparan materi itu seperti apa kak? Aku ga ada gambaran sama sekali minggu depan aku sidang juga kak TT
BalasHapus