Aaaah setelah
sekian lama, welcome back!!!!
Gimana kabar
teman – teman? Semoga keceriaan selalu menghiasi hari – hari teman – teman yaa J
Sebenernya ada banyak
hal yang ingin aku ceritakan di blog ini, terutama tentang beberapa perjalananku
2 bulan belakangan ini, otakku bahkan telah penuh sesak terisi kumpulan cerita
yang ingin aku bagikan ke temen – temen semua, namun seperti biasa nasib
mahasiswa menjelang UAS, selalu dihadang dengan tugas segunung. Alhasil hari
ini aku baru bisa meng-update tentang review film Jepang yang bagus yang
sebelumnya pernah aku tonton. Judulnya How to Become Myself (aka Ashita no Watashi no Tsukurikata, atau dalam Bahasa Indonesia berarti Cara Menjadi
Diri Sendiri).
Jepang memang
selalu kreatif dalam menciptakan berbagai tontonan yang bagus serta bermoral,
kisahnya pun selalu beragam tidak melulu cinta – cintaan, action, thriller
maupun peperangan. Salah satunya ialah film ini. Diangkat dari novel dengan judul sama karya Mado Kaori
menceritakan seorang bernama Ooshima Juri (Riko Narumi) yang bingung dengan dirinya, siapa
dan harus bagaimana ia harus bersikap dalam menjalani kehidupannya.
Film yang mengangkat
tema cerita yang hampir dirasakan oleh anak yang mulai tumbuh remaja. Masa dimana
seseorang mulai mencari tentang jati diri, siapa dia sebenarnya, sosok mana
yang ingin dijadikan sebagai figur dalam menjalani kehidupannya.
Juri, gadis
biasa, sedikit pendiam namun dalam diamnya, ia selalu merasa iri dengan teman –
temannya, terutama yang populer. Di dalam kehidupan keluarga pun ia menjadi
anak yang baik, meski terkadang ia lelah dengan kedua orangtuanya yang selalu
bertengkar. Selama ini ia selalu memerankan anak yang baik – baik saja, tidak
neko – neko karena ia ingin menjadi apa yang orang tuanya inginkan, termasuk
saat mendaftar sekolah SMP yang merupakan keinginan dari ibunya. Ia sangat
menyukai posisinya yang selalu berada di zona nyaman, tidak diisolasi oleh
teman – temannya dan disayangi orangtuanya. Zona nyamannya tersebut membuatnya tidak
menjadi dirinya sendiri.
Dengan
berjalannya waktu, ia mulai menemukan jati dirinya ketika membantu temannya
Hanada Kanako (Atsuko Maeda), teman sekolah dasar yang ditemuinya di perpustakaan seusai acara
kelulusan sekolah. Kanako merupakan gadis yang populer namun tiba – tiba
dihindari oleh teman – temannya hingga mengalami sebuah pembulian akibat satu
kesalahan yang ia perbuat. Melalui sebuah peran yang ia ciptakan dalam novel
berjudul “Kisah Kotori dan Hina”, Juri perlahan membantu Kanako mengembalikan
keceriaannya.
“Jika suatu hal buruk terjadi hari ini, maka
percayalah besok akan ada hal baik yang menanti karena apapun yang terjadi hari
ini, cerita kita akan berakhir dengan happy ending”
-Juri-
“Di dunia ini kita seperti sedang bermain peran,
maka pilihlah peran yang paling bagus”
-Kanako-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar