Dandelion, bunga yang dalam Bahasa Jepang disebut Tanpopo,
di Indonesia dikenal dengan nama bunga Randa Tapak, namun aku sendiri lebih
suka menyebutnya dandelion, nama ini
berasal dari Bahasa Perancis yaitu “dent de lion” yang berarti gigi singa,
mengacu pada gerigi kasar daunnya.
Dandelion merupakan bunga kedua yang aku sukai selain
bunga Matahari. Ia begitu mungil serta menyejukkan mata saat dipandang terutama
saat terhempas oleh angin. Dulu saat aku kecil, temanku bercerita tentang bunga
dandelion ini. Menurutnya bunga ini dapat menyampaikan pesan yang ingin kita
sampaikan kepada orang yang kita rindukan namun jauh dimata.
Meskipun cerita ini hanya sebuah angan anak kecil
yang entah dari mana asalnya, namun semenjak hari itu, aku selalu percaya bunga
ini dapat mengantarkan pesan layaknya tukang pos. Setiap kali melihat bunga
ini, entah itu dijalan atau dimanapun selalu aku sempatkan untuk meniup daunnya
sembari mengucapkan salamku kepada orang yang selalu aku rindukan, kakakku. Memang
terdengar kekanak – kanakan namun hal ini dapat membuatku merasa senang. Meski aku
mengetahui dengan sadar jika pesanku tak pernah tersampaikan, yaa anggap saja
cerita ini seperti cerita fantasi pada novel atau film yang dapat menghidupkan
segala sesuatu yang tak biasa.
Dalam kehidupan nyata, bunga ini memiliki nasib yang
malang karena sering dipandang sebelah mata, bahkan mungkin dianggap sebagai
hama liar yang mengganggu. Bunga ini pun terlihat rapuh karena mudah tersapu
oleh angin, namun inilah yang membuat bunga ini indah. Saat terhempas, ia dapat
terbang tinggi menjelajah angkasa luas, membelah langit biru, ia bebas pergi
kemanapun ia mau, hingga pada suatu titik ia menghentikan langkahnya kemudian memulai
kehidupan baru di tempat yang baru pula.
Bunga ini seakan mengajarkan kepada kita betapa kuatnya
dia, tetap berusaha untuk mengejar apa yang diimpikan, ia pergi meraih tujuan
yang ingin dicapainya, tak berhenti meski banyak rintangan menghadang, pada
akhirnya ialah yang menjadi pemenang dengan tumbuh menjadi bunga yang indah
bahkan lebih indah dari sebelumnya. Ia seperti cermin untuk mengingatkan kita pada kehidupan
ini, sekeras apapun kehidupan ini, jika kita mampu melaluinya maka kitalah yang
akan tumbuh merekah mekar bertebaran memberikan benih – benih harapan baru,
layaknya Dandelion. J


Tidak ada komentar:
Posting Komentar