happy moments, happy times, happy memories

Cerita Magang: Belajar menjadi Dewasa

Peserta Magang DKP Jateng dari seluruh Universitas di Semarang
Postingan kali ini aku mau berbagi sedikit cerita mengenai kegiatan magangku. Magang ini merupakan bagian perkuliahan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa di FKM Undip Semester 7. Kegiatan magang menjadi sarana mahasiswa dalam menerapkan semua ilmu yang didapat selama masa kuliah atau bisa juga diibaratkan sebagai jembatan antara mahasiswa dengan dunia pekerjaan karena disini kita belajar mengikuti kegiatan kerja sesuai instansi yang dipilih baik itu pemerintah maupun swasta khususnya di bidang kesehatan.

Aku dan ketiga teman sesama peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan magang di Instansi Pemerintah yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang terletak dipusat kota Semarang. Kami berempat ditempatkan di Seksi Upaya Kesehatan Keluarga dan Gizi atau biasa disebutnya Kesga Gizi. Sebenarnya dalam perjalananku hingga sampai diterima magang di Dinkes Provinsi Jateng ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Dua bulan sebelum magang kami berempat sudah disibukkan dengan sekelumit rumitnya pembuatan proposal pengajuan magang, mulai dari birokrasi di kampus hingga birokrasi di DKP sendiri. Pokoknya harus tahan banting sepertinya, harus siap diPHP.in sama semua hal berkaitan magang.

Dua minggu menjelang deadline konfirmasi penerimaan magang ke fakultas, proposal pengajuan magangku belum juga mendapat respon positif. Padahal saat itu juga, aku lagi disibukkan dengan urusan umrohku sehingga aku putuskan untuk membuat plan B jikalau aku tak diterima disana. Namun untungnya Tuhan sedang memihakku, didetik – detik terakhir, proposal pengajuan magangku akhirnya mendapat surat balasan setelah hampir menjamur nunggu. Dan kami diterima magang di Dinkes Provinsi Jawa Tengah, yeeay !!!
Peserta Magang DKP Jateng dari Beberapa Peminatan di FKM Undip
Magangku dimulai 2 minggu setelah lebaran. Kami sengaja terlambat 1 minggu dari teman – teman yang lain karena mempertimbangkan salah satu teman kami yang berdomisili di Kupang - NTT (kasihan liburan lebarannya Cuma sebentar, hahaha). Kemudian seminggu setelah pertama masuk, kami merasakan seperti terdampar di planet asing, berada dilingkungan asing dengan makluk planetnya yang sebagian besar berusia tak muda lagi. Oh Tuhan…rasanya itu nano – nano banget. Pertemuan pertama kami berlangsung dengan dihiasi berjuta kecanggungan. Kami bahkan tak tau harus ngapain, sedangkan dari Staff Kesga Gizi pun sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing- masing. 
Selfie di dalam Seksi Kesga Gizi DKP Jateng
Penugasan yang kami dapatkan diminggu pertama hanya sebatas mengentri data dan melakukan hal – hal jika ada arahan dari Staff Kesga Gizi. Kemudian dua minggu berikutnya kami mulai mengakrabkan diri dengan beberapa Staff Kesga Gizi melalui obrolan – obrolan kecil. Daaan beberapa staff yang berhasil kami akrabkan seperti ibu Murbatin Staff khusus Gizi yang ngurusin surat menyurat. Ia kami juluki “Most Wanted Kesga Gizi” karena memang banyak sekali yang mencari beliau. Karena selain sebagai staff, beliay juga merangkap menjadi penjual jus dan sesekali menjual makanan. Selain itu ada pembimbing lapangan kami yaitu pak Yazid “si Bapak-able” karena sering menasehati kami terutama tentang jodoh. Beliau juga merangkap sebagai penceramah di Musholla Dinkesprov yang rutin diadakan setiap hari kamis bada dhuhur. Beliau suka bercerita mengenai pengalaman hidupnya, gokil dan suka traktir. Dari segala cerita yang diceritakan kepada kami terlihat dengan jelas bahwa beliau sangat menyayangi istrinya. Beliau selalu bangga jika menceritakan tentang istrinya yang ternyata sudah meninggal. Ada juga bu Eko Staff  khusu Lansia yang sangat baik dan mempunyai putri yang sangat cantik. Kalo pak Yazid kami ibarat bapak di Kesga Gizi maka bu Eko ini diibarat ibu kami di Kesga Gizi. Beliau lebih sering nyamperin kami ketimbang staff yang lain, selain itu beliau juga suka mengajak kami pergi ke luar Dinkes dan yang pasti suka traktir. Hihi rejeki anak magang J
sama pak Yazid, "si Bapak-able" pembimbing lapangan kami
Magang ini mengajarkan banyak hal kepada kami terutama tentang lingkungan kerja yang berbeda jauh dari dunia perkuliahan. Hal yang paling aku sadari selama magang ialah menjadi orang tua tidaklah mudah apalagi menjadi orangtua yang memilih berkarir. Mereka dengan rasa tanggung jawab bekerja dari pagi hingga sore bahkan terkadang lembur atau pergi dinas keluar. Semua hal yang mereka kerjakan pastinya demi menafkahi keluarganya. Hal ini pula lah yang membuatku teringat akan kedua orangtuaku yang tanpa lelah bekerja demi menafkahiku, menyekolahkanku hingga ke perguruan tinggi. Namun terkadang balasan kita justru sebaliknya yang dengan gampangnya menghambur hamburkan uang, termasuk aku. Bahkan terkadang ada masa dimana aku marah, sebel, kecewa terhadap mereka dengan alasan mereka tak punya waktu buat kita. Oh mama, abbi, maafkan anakmu ini yang terkadang tak tau diri. L
Oleh - oleh dari Ibu Ka. Sie Kesga Gizi yang habis Perjalanan Dinas ke Filipina
Namun aku sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan magang ini karena jadi sarana pendewasaan diriku. Melalui magang setidaknya aku belajar mematuhi segala aturan yang berlaku di instansi seperti sopan santun, rapi, disiplin, dan tanggung jawab. Terimakasih untuk segala pengalamannya, semoga ini bisa menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang dewasa dan lebih baik lagi…
foto perpisahan dengan Ka Sie dan sebagian staff kesga gizi
NB: Pak Buang (Pojok Kanan) 
merupakan ayah dari finalis Rising Star "Cecilia Anne" lho!!! cek disini

dokumentasi diri selama magang with ismi, diska, fata
**Sampai jumpa dicerita selanjutnya à Coming Soon PBL 2 (Kel. Bulusan – Semarang)**
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar