happy moments, happy times, happy memories

Dieng Plateau: Alhamdulillah Piknik

Kawah Sikidang - Dieng
Halo apa kabar? Lama gak cerita – cerita di blog ini, aah kangen juga ternyata. Pokoknya, apapun kesibukan yang temen – temen lakuin, jangan lupa piknik ya, biar bahagia... :)

Kali ini aku mau berbagi sedikit cerita menengai pengalamanku mengunjungi Dieng Plateu. Oia, sebenernya ini merupakan kali kedua setelah perjalananku tahun lalu dalam rangka mendaki Gunung Prau (haha meski masih pendaki amatir :p). Daaan ngomong – ngomong, trip ini merupakan trip terjauh pertamaku setelah beberapa bulan terakhir kekurangan piknik akibat sibuk berurusan dengan skripsi. Alhamdulillah maaaak, akhirnya lulus juga hihihi. Meski demikian, hidupku masih belum tenang karena secara de facto aku telah menyandang gelar seorang pengangguran yang tak banyak acara :(
 <Lanjut>
Dieng Plateu atau Dataran Tinggi Dieng merupakan suatu wilayah yang berada di perbatasan Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Kawasan Dieng ini berada pada ketinggian 2.008 DPL, hal inilah yang membuat udaranya cukup dingin namun sejuk. Untuk mencapai lokasi Dieng Plata eau, maka kitdapat menggunakan kendaraan baik umum maupun  pribadi. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, kita akan disuguhkan dengan berbagai pemandangan menyejukan mata, mulai dari hamparan gunung yang indah yang menjulang tinggi ke langit, hingga perkebunan, pepohonan, hutan yang hijau dan asri.
salah satu pemandangan di Dieng
Perjalanan kami dimulai dari Kota Semarang, tepatnya saat fajar setelah sholat subuh aku beserta tante dan anak perempuannya, dek Anggi bersiap untuk berangkat menuju titik kumpul yang telah disepakati. Trip kali ini kami diwajibkan menggunakan dresscode berwarna merah, hal ini berguna agar dapat memantau peserta trip biar gak hilang atau ketinggalan saat dilokasi objek wisata (hihi maklum yang ikut acara piknik ini sebagian besar ibu – ibu beserta anaknya). 
take a picture, tante :)
Karena perjalanan ini dilakukan selama satu hari saja, maka kami hanya mengunjungi lokasi yang sudah ditentukan. Lokasi pertama yang dikunjungi ialah “Telaga Warna” dan “Telaga Pengilon”, dijadikan satu tujuan karena memang letaknya yang berdekatan. 
peta lokasi Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Sesuai dengan namanya, Telaga Warna memiliki beberapa warna air yang berbeda, namun warna yang dominan terlihat ialah kuning hijau kebiruan. Perbedaaan warna ini dikarenakan air dalam telaga memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi. Sulfur ini juga yang menyebabkan terciumnya bau menyengat bila kita berada dilokasi Telaga Warna. Oleh karena itu, bagi yang tidak tahan dengan bau khas sulfur, disarankan untuk memakai masker sebelum menuju lokasi. Salah satu hal yang disayangkan ialah kedatangan kami berbarengan dengan musim kemarau panjang sehingga sebagian air di telaga tersebut telah surut.
Telaga Warna
Selesai mengunjungi kedua telaga tersebut, perjalanan kami dilanjutkan menuju Batu Ratapan Angin. lokasinya tidak jauh namun harus ditempuh dengan kendaraan. Pada lokasi wisata ini, kita bisa melihat pemandangan Telaga Warga dan Telaga Pengilon dengan suasana angin yang sepoi – sepoi. 
Batu Ratapan Angin
Medan perjalanan yang dilalui dari loket masuk menuju lokasi ini cukup melelahkan untuk ukuran family trip karena jalan yang dilalui berupa tanah liat kering serta berdebu. Jika kita ingin melihat pemandangan yang indah, maka kita harus menaiki tanjakan yang hampir mirip seperti sedang mendaki gunung. Meski bersama tante – tante yang membawa anak – anaknya, antusias mereka tak kalah dengan antusiame anak muda. Bahkan ada beberapa ibu yang rela memanjat dengan membawa anak balita mereka demi berselfie sekaligus menikmati pemandangan dari atas Batu Ratapan Angin.
Medan menuju Batu Ratapan Angin
Perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Dieng Plateau Teather yang letaknya tidak jauh dari lokasi Batu Ratapan Angin. Teater ini memiliki tampilan mirip seperti bioskop namun berukuran sedikit lebih kecil. Didalam teater kita dapat menonton film dokumenter seputar Dieng Plateau. Pemutaran film dokumenter dilakukan selama ± 20 menit.

Pemandangan di Dieng Plateau Theater
Perjalanan selanjutnya ialah menuju lokasi Kawah Sikidang. Disini pemandangannya tak kalah bagus, pada pintu masuk kita akan menjumpai pasar yang menjual berbagai macam oleh – oleh khas Dieng, mulai dari aneka makanan, sayuran, hingga kerajinan tangan.
Jalan menuju Kawah Sikidang
Untuk sampai ke Kawah Sikidang kita harus melawati jalan batako yang harus ditempuh selama ± 10 menit. Sepanjang perjalanan ini, kita juga dapat menjumpai penjual berbagai makanan seperti sayur, sagon, carica, aneka keripik, dll. Ada pula pedagang yang menjual bunga edelweiss yang telah dimodifikasi sedemikian rupa (meski aku sendiri kurang setuju dengan buah tangan model ini), adapula yang menjual batu akik yang kini sedang banyak digandrungi oleh bapak - bapak. Salah satu yang menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara disini ialah adanya seniman angklung yang begitu apik dalam membawakan lagu – lagu yang dinyanyikan. Harmonisasi antara suara penyanyi dan alat musik ditambah suasana pemandangan yang indah memberikan kesan tersendiri. Disepanjang jalan menuju kawah juga banyak dijumpai tukang foto dan jika kita merasa lelah berjalan maka kita bisa menyewa kuda yang tersedia di area Kawah Sikidang.
Aneka Jualan di Kawah Sikidang
Lokasi terakhir yang kami kunjungi ialah objek wisata Candi Arjuna, Candi Gatot Kaca dan Candi Bima. Letak candi yang dikelilingi padang rumput hijau, membuat pengunjung banyak menyempatkan diri untuk berfoto. 
Candi Arjuna
Disini juga terdapat jasa pemotret yang disertai dengan wayang orang ala – ala Mahabharata. Biaya foto yang ditawarkan untuk hasil ukuran 10R sebesar 25.000 Rupiah.
Menikmati Rerumputan di Komplek Candi
Setelah sekitar 1 jam kami berada di komplek candi, rombongan kami memutuskan untuk kembali pulang ke Semarang. Namun karena telah memasuki waktu maghrib, maka bis yang kami tumpangi mampir terlebih dahulu kerumah makan untuk melaksanakan sholat dan mengisi perut serta membeli oleh – oleh untuk sanak saudara dirumah. Meskipun lelah seharian, tetapi kami pulang dengan perasaan senang gembira sehingga perasaan lelah tersebut bisa terbayarkan...
thanks tant :)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar