happy moments, happy times, happy memories

NHW#7 : Tahapan Menuju Bunda Produktif

Pada NHW pekan ke tujuh kelas matrikulasi IIP, kami diminta untuk melakukan tes bakat di www.temubakat.com. Tes ini terdiri dari beberapa pertanyaan yang berfungsi untuk mengetahui kekuatan diri masing - masing. Adapun analisa diri saya berdasarkan hasil tes ialah sebagai berikut.

TRI DEWI ROSIDA, anda adalah orang yang teratur, rapih, suka melayani dan segala sesuatunya harus direncanakan , dapat merasakan perasaan orang lain baik sedang gembira maupun sedang sedih , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , senang melayani, teratur,pekerja keras , suka melayani orang lain dan mendahulukan orang lain , analitis , rapih , teratur dan bertanggung jawab.





Dari hasil diatas, maka disimpulkan bahwa saya mempunyai kemampuan sebagai administrator/operator, yang mana sesuai dengan diri saya yang senang akan kerapihan, keteraturan dan perencanaan. selain itu, hasil tes juga menunjukan bahwa saya mampu menjadi seorang caretaker/server yaitu berkaitan dengan melayani dan merawat orang lain dan adanya kemampuan untuk mengajari orang lain (educator). Berkaitan dengan tulis menulis artikel sebenarnya saya tidak ahli, namun kemampuan ini muncul pada hasil temu bakat sehingga kemungkinan saya memiliki potensi di bidang ini (jurnornalism). Terakhir, saya senang mengurusi hal yang berkaitan degan keuangan maupun perbendaharaan (treasury). Sedangkan kelemahan saya ialah berkaian dengan kemampuan mengatur maupun mempengaruhi orang lain, baik commander, evaluator, marketer, producer, maupun Seller sepertinya memang harus saya latih lagi. 

Kuadran Aktivitas 



BISA


TIDAK BISA



SUKA
Mengisi konten blog pribadi
Mengatur keuangan pribadi dan usaha
Membuat catatan pribadi
Mengajari ihal baru ke orang lain
Memasak
Ber make-up
Berjualan
Menyetir mobil
TIDAK SUKA


Menyetrika
Menunggu terlalu lama

Berdebat
Mempengaruhi orang lain

Share:
Read More

NHW#6 : Belajar Menjadi Keluarga Handal

sesuai dengan tema pembahasan Kelas Matrikulasi IIP pada pekan ini yaitu membahas mengenai menjadi keluarga handal, kami diajak untuk bisa menentukan prioritas dari aktivitas - aktivitas yang kami lakukan sehari - hari. Untuk paparan Nice Homework ke 6 saya ialah sebagai berikut.

1. Tulislah 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

  • Aktivitas Penting : Beribadah, Berdagang, dan Belajar
  • Aktivitas Tidak Penting : Berlama - lama memantau sosial media, tidur terlalu lama, membicarakan orang lain

2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Saat ini waktu yang banyak saya habiskan digunakan untuk belajar berdagang karena baru sekitar 1 minggu beralih profesi dari pekerja publik disebuah perusahaan aplikasi online menjadi menjual makanan khas tegal secara garis besar gambarannya ialah sebagai berikut
04.00 - 04.30 WIB : Qiyamullail, Sholat Subuh serta Persiapan Dagang
04.30 - 10.00 WIB : Memasak dan Menyiapkan dagangan hari itu serta mulai menyajikan dagangan kepada konsumej
10.00 - 12.00 WIB : Dhuha, Istirahat siang
12.00 - 12.30 WIB : Ibadah Dhuhur 
12.30 - 15.00 WIB : Melanjutkan aktivitas dagang
15.00 - 15.30 WIB : Ibadah Ashar, Tilawah
15.30 - 17.30 WIB : Istirahat
17.30 - 20.00 WIB : Sholat Maghrib + Isya dilanjut Tilawah 
20.00 - 24.00 WIB : Membantu Karyawan Shift Malam menjaga Dagangan sambil mengikuti diskusi kelas Matrikulasi IIP
24.00 - 04.00 WIB : Tidur Malam 

3. Jadikan tiga aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras
Menjadikan aktivitas penting sebagai aktivitas dinamis agaknya masih terasa sulit karena saya pribadi masih menyesuaikan ritme kerja saya yang baru dimana waktu berdagang saya yang notabene 24 jam non stop sehingga harus standby untuk menyiapkan dan menjaga dagangan namun hal ini dapat saya siasati dengan memasukkan aktivitas dinamis di sela - sela jam istirahat saya terutama disiang hari sehingga meski sibuk berdagang masih ada masukkan pelajaran untuk pengembangan diri misal baca2 artikel maupun buku tentang parenting dan keluarga guna mendukung jurusan ilmu yang saya pilih di kehidupan ini.

4. Keempat, kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
Berdasarkan aktivitas harian yang biasa saya kerjakan maka cut off waktu yang saya gunakan untuk mengerjakan aktivitas dinamis yaitu mulai pukul 10.00 WIB s.d 18.00 selain waktu tersebut merupakan waktu untuk mengerjakan aktivitas rutin yang saat ini saya jalani  

5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda
Bismillah, semoga bisa konsisten :)

6. Setelah tahap diatas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling midah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukab di subuh-jam 07.00 - jadwal dinamis (memperbanyak jam terbqmg dari jam 7pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga mincul program 7 to 7)
Untuk jadwal yang lebih singkatnya, aktivitas harian saya dibuat menjadi berikut.
04.00 - 10.00 WIB : Aktivitas Rutin
10.00 - 12.00 WIB :  Istirahat sembari memasukan aktivitas dinamis di dalamnya
12.00 - 15.00 WIB : Aktivitas Rutin
15.00 - 18.00 WIB :  Istirahat sembari memasukan aktivitas dinamis di dalamnya
18.00 - 24.00 WIB : Aktivitas Rutin
24.00 - 04.00 WIB : Tidur

7. Amatilah selama 1 minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? Jika tidak, segera revisi, kalo baik, lanjutkan selama 3 bulan.
Siap !
Share:
Read More

NHW#5 : Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Hallo ...
Kembali lagi dengan rutinitas mengerjakan nice homework yang kelima. Di pekan ini merupakan waktu terpadat yang saya lalui karena saya harus mobile Tegal - Surabaya untuk urusan bisnis keluarga, lalu mendapat amanah menjadi sekretaris kelas Matrikulasi IIP Jateng 2 dimana disini tugas saya membantu korming untuk mengkoordinasikan kegiatan kelas serta membuat resume tanya jawab diskusi kelas baik materi maupun tentang nice homework sesuai jadwal yang telah disepakati, lalu pekan ini pula saya mendapat jadwal menjadi "Star of The Day" kelas, istilah yang digunakan untuk ajang memperkenalkan diri agar nantinya kami semakin akrab dengan penghuni atau peserta peserta Matrikulasi Institut Ibu Profesional Kelas Jateng 2. 

Pada pekan ini materi yang diberikan mengambil tema "Belajar Bagaimana Caranya Belajar" atau "Learning How To Learn" yang kemudian disusul dengan pemberian NHW sesuai dengan tema tersebut. 
Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat Design Pembelajaran ala kita.
Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.
Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.
Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.
Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.
Nah kesan pertama membacanya jujur saya merasa bingung dan menerka - nerka apa maksud dari pertanyaan NHW tersebut diatas. Beruntunglah kelas kami diberi ruang berdiskusi sehingga bisa memberi gambaran maksud pengerjaan NHW 5 ini, secara garis besar kami diajak untuk membuat design pembelajaran untuk kami sendiri. 

Design pembelajaran versi saya ini dibuat berdasarkan hasil pengerjaan NHW - NHW sebelumnya, untuk penjabaran dapat dilihat sebagai berikut.

1. WHAT (Topik ilmu)

Topik ilmu yang ingin saya pelajari ialah ilmu kehidupan rumah tangga.

3. WHY (Tujuan mempelajari ilmu)

saya pribadi ingin menjadi ibu yang dekat dengan anak, menjadi orang pertama yang mengetahui tumbuh kembang anak, serta menyiapkan anak agar bisa survive menghadapi kehidupannya di masa depan, selain itu saya ingin memastikan agar keluarga saya menjadi keluarga yang selalu diliputi kebahagiaan.

4. . WHERE (Sumber Referensi)

- buku 
- media sosial
- pakar sesuai keahliannya

5. HOW (Metode)

untuk mendukung ilmu yang saya pelajari maka saya perlu lebih banyak membaca buku terkait parenting dan keluarga, mengikuti tingkatan kelas di Institut Ibu Profesional, mengikuti seminar bertema parenting dan keluarga, belajar melalui media sosial dari pakar - pakar sesuai bidang ilmu, serta mempraktikan ilmu yang telah di dapat dalam kehidupan sehari - hari.

6. WHEN (Waktu)

dimulai dari saat menentukan milestone KM 0 saya, untuk penjabarannya sebagai berikut.
- Mempelajari Ilmu Pendidikan Anak Berbasis Fitrah, Manajemen Keuangan Rumah Tangga :  September - Desember 2018
- Menguasai ilmu Gizi Keluarga Meliputi menyiapkan variasi menu, camilan dan resep MPASI : Tahun 2019 
- mengikuti kelas Bunda Sayang : Tahun 2020 - 2021
- mengikuti kelas Bunda Cekatan : Tahun 2021 - 2022
- mengikuti kelas Bunda Produktif  : Tahun 2022 - 2023
- mengikuti kelas Bunda Shalihah : Tahun 2023 - 2024

7. WHO (Guru)

- Objek : diri saya pribadi dan keluarga
- Guru : belajar pada pakarnya ilmunya


Share:
Read More

NHW#4 : Mendidik dengan Kekuatan Fitrah


Selamat Malam Senin ...
Semangat menyiapkan bekal untuk aktivitas di esok hari. Hari ini, di menit - menit terakhir due date Nice Homework keempat saya berusaha menyempatkan diri untuk membuka laptop mengumpulkan kepingan - kepingan jawaban hasil perenungan beberapa hari kebelakang. Di minggu keempat Matrikulasi Institut Ibu Profesional kelas Jateng 2 kami semakin diajak untuk mendalami diri kami masing - masing. Di minggu ini pula kami diajak untuk menoleh ke belakang terkait NHW sebelumnya yang telah kami kerjakan, apakah sudah sesuai dengan diri kami atau jika perlu, kami ubah lagi menyesuaikan dengan apa yang menjadi minat kami. Materi minggu ini membahas tema "Mendidik dengan Kekuatan Fitrah", keberlangsungan kelas diskusi pun semakin ramai, meski saya belum menikah namun ikut menyimak perbincangan teman - teman sekelas membahas kondisi keluarga dan anak masing - masing membuat saya ikut bahagia. Bahagia karena cerita - cerita mereka memberikan inspirasi dan bayangan mengenai kehidupan keluarga saya akan seperti apa nantinya. Adapun NHW yang diberikan memiliki poin - poin lebih banyak dibanding NHW sebelumnya, hal ini berarti kami dituntut untuk lebih berpikir dari sebelumnya, penjabaran pertanyaannya ialah sebagai berikut.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 
Apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Pada Nice Homework 1, saya menulis ilmu kehidupan rumah tangga sebagai jurusan ilmu yang saya pilih dan sampai saat ini pun saya masih memilih jurusan tersebut namun konteks kehidupan rumah tangga yang cukup luas maka saya akan fokuskan pada ilmu parenting dan keluarga. Hal ini karena saya ingin menyiapkan anak - anak saya agar bisa survive menghadapi kehidupannya.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2
Sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Untuk checklist yang telah saya buat pada Nice Homework kedua belum 100% terlaksana, hal ini karena saya masih belum memanajemen waktu dengan baik dan benar serta kadang fokus saya teralihkan oleh ramainya aktivitas pekerjaan dan sosial media. Semoga kedepannya saya bisa semakin rajin dan konsisten mengerjakan checklist tersebut.

c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3
Apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Sebenarnya selama beberapa hari ini saya masih merenungi tujuan penciptaan diri saya di muka bumi ini, namun mencoba menjabarkan mimpi - mimpi saya yang cukup simpel namun tidak sesimpel itu jika dijalankan. Saya pribadi ingin menjadi ibu yang dekat dengan anak, menjadi orang pertama yang mengetahui tumbuh kembang anak, dan memastikan keluarga saya menjadi keluarga yang selalu diliputi kebahagiaan maka secara garis besar penjabaran kehidupan saya ialah sebagai berikut. 
Misi Hidup : Menjadi Ibu Profesional untuk Mewujudkan Keluarga yang Bahagia dan Dekat dengan Allah
Bidang : Parenting dan Keluarga
Peran : Learner - Mentor

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, 
Susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

Untuk mendukung jurusan ilmu yang saya pilih, serta mendukung dalam menjalankan misi saya, maka ilmu yang saya perlukan diantaranya ialah 
1. Pendidikan Anak Berbasis Fitrah
2. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
3. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
4. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
5. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Untuk memenuhi misi hidup saya, maka penetapan titip awal (KM 0) saya dimulai saat ini yaitu usia 25 Tahun. Jika dialokasikan 4 jam perhari, maka untuk mencapai 10.000 jam terbang dibutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun untuk cukup berhasil di bidang tersebut. Maka untuk milestones yang telah saya susun untuk mencapai misi hidup saya. 
KM 0 - KM 1 (Tahun 1) : Mempelajari Ilmu Pendidikan Anak Berbasis Fitrah, Manajemen Keuangan Rumah Tangga, 
KM 1 - KM 2 (Tahun 2) : Mempelajari dan Mempraktekkan ilmu Bunda Sayang, Menguatkan ilmu Pendidikan Anak Berbasis Fitrah, Menguasai ilmu Gizi Keluarga Meliputi menyiapkan variasi menu, camilan dan resep MPASI 
KM 2 - KM 3 (Tahun 3) Menguasai ilmu Bunda Sayang, Mempelajari ilmu Bunda Cekatan
KM 3 - KM 4 (Tahun 4) : Menguasai ilmu Bunda Cekatan
KM 4 - KM 5 (Tahun 5) : Mempelajari ilmu Bunda Produktif
KM 5 - KM 6 (Tahun 6) : Menguasai ilmu Bunda Produktif 
KM 6 - KM 7 (Tahun 7) : Fokus menguasai ilmu Bunda Shaliha

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, 
Apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Belum spesifik sesuai dengan indikator SMART, akan saya revisi lagi dengan memasukkan ilmu - ilmu tersebut diatas dalam checklist indikator ibu profesional. 

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah senantiasa meridhoi setiap langkah saya. Kepada diriku, teruslah berusaha lebih baik lagi, jangan lelah untuk belajar apalagi sampai menyerah ditengah jalan, selalu ingat di masa depan kamu akan melahirkan anak hebat pembagun peradaban masa depan, semangat dear myself :)
Share:
Read More

NHW#3 : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Selamat malam ...
Hari ini saya ingin berbagi isi hati sekaligus sebagai jawaban dari tugas NHW pekan ketiga di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6. Materi minggu ini semakin menarik karena kami dibuat flashback, kembali mengingat kehidupan masa kecil kami, bagaimana pola asuh orangtua kami, tentang lingkungan kami, serta belajar memahami maksud dan tujuan Allah menciptakan dan meletakkan kami di tempat yang saat ini kami tinggali. Bahasan mengenai “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” ini membuat saya semakin berpikir akan banyak hal, terutama bagaimana pentingnya menyiapkan sebuah peradaban untuk masa depan. Namun disisi lain saya merasa sedih karena materi yang semakin menarik ini terkendala dengan berbagai kesibukan pekerjaan yang minggu ini sangat padat merayap sehingga membuat saya kurang fokus dan kurang maksimal baik dalam menyerap materi, berdiskusi maupun mengerjakan NHW. Pada akhirnya saya baru bisa mengerjakan NHW 3 ini dimenit - menit terakhir batas pengumpulan tugas. Adapun tugas pekan ini dibagi menjadi empat poin, diantaranya ialah sebagai berikut.

Suara Hati untuk Calon Imamku

Untuk seseorang yang kelak menjadi pasanganku dimasa depan, 
Semoga engkau merupakan orang yang baik, baik dari segi iman, agama maupun akhlaknya yang sengaja Allah SWT kirimkan untuk menjadi penyempurna agamaku. 
Seorang lelaki yang mampu membimbingku menuju jalan-Mu, yang mampu  menunjukan mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar maupun mana yang salah.
Semoga engkau merupakan sosok lelaki sholeh, yang bisa mencintai Allah SWT melebihi apapun di dunia ini, yang selalu berusaha untuk dekat dengan Masjid, Al-Qur’an dan tidak perhitungan dalam bersedekah, serta mampu memperlakukanku sebagaimana yang dianjurkan agama.
Semoga engkau bisa menjadi rumah yang nyaman untuk aku tinggali, menjadi cinta pertama untuk anak perempuanku serta pahlawan pertama bagi anak lelakiku. 
Jadilah lelaki seperti dalam Surat untuk Masa Depanku

Kekuatan Potensi Diri

  • Saya pribadi melihat diri saya merupakan sosok yang tergolong mandiri karena memang sedari kecil biasa ditinggal merantau orangtua sehingga saya sering mengurus hal - hal ini itu sendiri sampai sekarang pun lebih suka mengandalkan diri sendiri dahulu jika memang tidak bisa baru meminta bantuan orang lain. 
  • Saya memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memanajemen keuangan, baik di rumah maupun di tempat kerjaan saya sering ditunjuk untuk mengurus hal - hal berkaitan dengan masalah keuangan, meski cukup pusing dan ribet namun saya menikmatinya. 
  • Saya merupakan pribadi dapat diandalkan. Ketika mengerjakan sesuatu, saya selalu berusaha mengerjakan sampai selesai. Sifat saya yang cukup perfeksionis membuat pekerjaan yang saya kerjakan harus terselesaikan dengan baik, rapi, dan tertata. 
  • Pendengar yang baik, saya termasuk pribadi yang introvert sehingga tidak begitu suka berbicara banyak maupun bercerita, sebaliknya saya lebih senang mendengarkan cerita orang lain karena ketika seseorang itu mau mengobrol, bercerita atau bahkan meluapkan segala isi hati yang terpendam dengan saya, hal itu berarti mereka mempercayai keberadaan saya disisi mereka.
Mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.

Saya merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Latar belakang keluarga saya bukanlah berasal dari keluarga berada pun juga bukan dari keluarga yang berpendidikan tinggi, dari kedua faktor inilah orangtua saya akhirnya memilih merantau, mengadu nasib ke kota besar untuk mencari nafkah. Kondisi ini juga yang menuntut saya untuk menjadi pribadi yang mandiri, karena sedari kecil sudah berjauhan dengan orangtua membuat saya harus mau dan mampu mengatur kebutuhan pribadi. Dari sinilah kemudian potensi kemandirian saya akhirnya muncul dan tertanam hingga sekarang. 

Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa anda dihadirkan di lingkungan ini?

Karena kedua kakak lelaki saya sudah menikah, maka saat ini saya hanya tinggal bertiga dengan kedua orangtua. Menjadi anak perempuan semata wayang dengan usia orangtua yang tidak lagi muda membuat saya tidak leluasa pergi jauh dari rumah. Saya tidak bisa dengan mudah pergi merantau layaknya teman sebaya saya, saya tidak bisa merasakan nikmatnya menjadi penghuni kos, dan mencicipi berkenalan dengan tetangga baru. Terkadang saya merasa jenuh, sedih, dan iri terhadap teman - teman yang memiliki kebebasan menjalani dan mengatur kehidupan masa dewasanya, namun terlalu meratapi nasib juga tidak baik, toh ratapan tersebut tidak langsung mengubah kehidupan yang saat ini saya jalani. Mungkin Allah sengaja menempatkan saya untuk berada di lingkungan saat ini agar selalu terjaga dengan lingkungan yang baik, tidak menjauhkan saya dengan-Nya, dan bisa berbakti lebih banyak kepada orangtua. Saat saya kecil dahulu, orantua selalu setia merawat, mengajari saya banyak hal, maka kini giliran saya lah harus bergantian mengambil peran tersebut.

Sekian paparan NHW#3 saya pekan ini, semoga yang saya tulis bisa menjawab pertanyaan tersebut diatas, semangat dear myself :)  


Share:
Read More

NHW#2 : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Hallo… kembali lagi dengan cerita saya dikelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, kali ini saya memasuki minggu kedua kelas MIIP. Materi minggu ini membahas mengenai “Menjadi Ibu Profesional”. Secara garis besar, ibu profesional ialah seorang perempuan yang bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak - anakya serta terus berusaha memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh - sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik. Beberapa tahapan yang dilalui untuk menjadi ibu profesional, ialah :
1. Bunda Sayang
2. Bunda Cekatan
3. Bunda Produktif
4. Bunda Shalihah


Setelah diskusi materi selesai, kami kembali diberikan Nice Homework. Pada NHW#2 ini kami ditugaskan untuk membuat Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan, cukup mudah namun tidak juga mudah dikerjakan karena memang perlu pemikiran yang detail dan rinci. Ada 3 bagian dalam checklist yang harus dikerjakakan, yaitu 
  • Indikator sebagai Individu
Indikator Sebagai Individu
Perspektif
Indicator
Waktu Minimal
/ Hari / Minggu / Bulan
Spiritual
Berusaha  sholat 5 waktu di awal waktu 5 x
Sholat Sunnah Dhuha (4 Rakaat) 4 x
Sholat Tahajud (4 Rakaat)2 x
Sholat Rawatib 1 x
Tilawah Al - Qur'an1/2 juz
Puasa Sunnah1 x
Membaca Terjemahan Al - Qur'an 10 Ayat
Menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinfaq 1x
Muhasabah diri menjelang tidur 1 x
Personal Development
Membeli dan Membaca Buku Inspiratif 1 x
Mengikuti Kajian Ilmu 1 x
Menulis di Blog Pribadi 1 x
Bangun sebelum jam 04.30 WIB 1x
Membaca dan Mereview Artikel Inspiratif baik di Majalah, Koran, Website, Blog, dll.1x
Belajar Menahan Emosi1 x
Olahraga 1 jam
Update Info dan Teknologi Terbaru 1x
  • Indikator sebagai Istri
Saya sendiri sebenarnya masih belum menikah, namun dalam pemikiran ideal saya, jika nanti sudah menikah dan menjadi seorang istri, hal - hal yang ingin saya lakukan ialah

Indikator Sebagai Istri
Indicator
Waktu Minimal
/ Hari / Minggu / Bulan
Mengelola keuangan keluarga dengan baik, membuat cash advance dan settlement advance untuk dilaporkan pada suami1 x
Mereview kegiatan yang telah dilakukan selama sehari (siap menjadi "Tong Sampah" suami, mendengarkan dengan seksama curahan hati suami)1 x
Rajin bersilaturahmi dengan orangtua masing - masing minimal menghubungi via telepon / video call 1 x
Bersilaturahmi / berkenalan dengan rekan - rekan suami 1 x
Membuat Food Preparation & Menyiapkan Menu Gizi Seimbang (Berusaha memasak dirumah, tidak sering membeli makan diluar rumah, serta mengurangi konsumsi MSG dan Junkfood)1 x
Melakukan perawatan diri agar tetap cantik dimata suami (ex. Facial, Creambath, dll)1 x
Membersihkan dan menata rumah agar kembali rapi dan bersih1 x
Couple time bersama suami, mengurangi penggunaan gadget saat hari libur 1 x
Menyediakan waktu khusus anak bersama ayah seharian1 x
  •  Indikator sebagai Ibu 
Karena belum menikah, secara otomatis saya pun masih belum memiliki anak. Dari hasil pengamatan saya terhadap pasangan - pasangan yang telah menikah dan memiliki anak, maka versi saya mengenai indikator yang ingin saya capai ketika sudah menjadi ibu, diantaranya ialah 

Indikator Sebagai Ibu
Usia Anak
Indicator
Waktu Minimal
/ Hari / Minggu / Bulan
Di Kandungan
Rajin kontrol dan memeriksakan kondisi kandungan 1 x
Menjaga asupan makanan yang bergizi1 x
Mendengarkan Murotal1 x
Rutin Berkomunikasi (Bercerita tentang ayah, sanak saudara, dan cerita - cerita baik lainnya)1 x
Bayi - Balita
MengASIhi secara Eksklusif selama 6 bulan dan tetap memberi ASI sampai usia 2 tahun
Memantau dan mencatat tumbuh kembang anak sesuai dengan usia setiap saat 
Membuat sendiri menu MPASI untuk anak sampai anak usia 2 tahun
Membuat DIY mainan bersama anak 1 x
Belajar mengenalkan adab, akhlaq, dan islam melalui cerita - cerita sebelum tidur1 x
Tidak mengajarkan anak untuk berkata bohong meski untuk hal - hal simpelsetiap saat
Melatih anak untuk terbiasa mengucapkan tolong, maaf, dan terimakasih ketika melalukan suatu halsetiap saat
Anak Usia Sekolah
Tetap memantau ilmu yang telah diberikan kepada anak saat masih kecil setiap saat
Menemani Anak Membuat PR1 x
menjadi ibu yang adilketika sudah memiliki anak > 1
Memilihkan sekolah yang bernuansa islami dimulai saat sekolah TK
Menjadi orangtua yang terbuka terhadap kritik dan saran anak setiap saat
Membuat jadwal playdate bersama anak 1 x
Dalam pembuatan indikator ini, menggunakan kunci SMART, yaitu  
- Specifik : Unik / Detail
- Measurable : Terukur
- Achievable : Bisa Diraih, Tidak terlalu susah dan terlalu mudah
- Realistic :  Berhubungan dengan kondisi lingkungan sehari - hari 
- Timebond : Berikan batas waktu 

Demikian paparan checklist indikator profesionalisme perempuan versi saya. Karena untuk menjadi ibu profesional berawal dari diri sendiri, maka untuk saat ini saya sedang berusaha menerapkan indikator sebagai individu yang telah saya tulis dalam kehidupan sehari - hari yakni dengan membuat checklist tiap hari dan di akhir bulan saya akan mereview hasil checklist apa saja yang sudah tercapai dan apa saja yang belum tercapai. Semoga ketika sudah menikah dan memiliki anak, saya bisa merealisasikan semua yang saya tulis disini. Aamiin ...
Share:
Read More