happy moments, happy times, happy memories

NHW#3 : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Selamat malam ...
Hari ini saya ingin berbagi isi hati sekaligus sebagai jawaban dari tugas NHW pekan ketiga di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6. Materi minggu ini semakin menarik karena kami dibuat flashback, kembali mengingat kehidupan masa kecil kami, bagaimana pola asuh orangtua kami, tentang lingkungan kami, serta belajar memahami maksud dan tujuan Allah menciptakan dan meletakkan kami di tempat yang saat ini kami tinggali. Bahasan mengenai “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” ini membuat saya semakin berpikir akan banyak hal, terutama bagaimana pentingnya menyiapkan sebuah peradaban untuk masa depan. Namun disisi lain saya merasa sedih karena materi yang semakin menarik ini terkendala dengan berbagai kesibukan pekerjaan yang minggu ini sangat padat merayap sehingga membuat saya kurang fokus dan kurang maksimal baik dalam menyerap materi, berdiskusi maupun mengerjakan NHW. Pada akhirnya saya baru bisa mengerjakan NHW 3 ini dimenit - menit terakhir batas pengumpulan tugas. Adapun tugas pekan ini dibagi menjadi empat poin, diantaranya ialah sebagai berikut.

Suara Hati untuk Calon Imamku

Untuk seseorang yang kelak menjadi pasanganku dimasa depan, 
Semoga engkau merupakan orang yang baik, baik dari segi iman, agama maupun akhlaknya yang sengaja Allah SWT kirimkan untuk menjadi penyempurna agamaku. 
Seorang lelaki yang mampu membimbingku menuju jalan-Mu, yang mampu  menunjukan mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar maupun mana yang salah.
Semoga engkau merupakan sosok lelaki sholeh, yang bisa mencintai Allah SWT melebihi apapun di dunia ini, yang selalu berusaha untuk dekat dengan Masjid, Al-Qur’an dan tidak perhitungan dalam bersedekah, serta mampu memperlakukanku sebagaimana yang dianjurkan agama.
Semoga engkau bisa menjadi rumah yang nyaman untuk aku tinggali, menjadi cinta pertama untuk anak perempuanku serta pahlawan pertama bagi anak lelakiku. 
Jadilah lelaki seperti dalam Surat untuk Masa Depanku

Kekuatan Potensi Diri

  • Saya pribadi melihat diri saya merupakan sosok yang tergolong mandiri karena memang sedari kecil biasa ditinggal merantau orangtua sehingga saya sering mengurus hal - hal ini itu sendiri sampai sekarang pun lebih suka mengandalkan diri sendiri dahulu jika memang tidak bisa baru meminta bantuan orang lain. 
  • Saya memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memanajemen keuangan, baik di rumah maupun di tempat kerjaan saya sering ditunjuk untuk mengurus hal - hal berkaitan dengan masalah keuangan, meski cukup pusing dan ribet namun saya menikmatinya. 
  • Saya merupakan pribadi dapat diandalkan. Ketika mengerjakan sesuatu, saya selalu berusaha mengerjakan sampai selesai. Sifat saya yang cukup perfeksionis membuat pekerjaan yang saya kerjakan harus terselesaikan dengan baik, rapi, dan tertata. 
  • Pendengar yang baik, saya termasuk pribadi yang introvert sehingga tidak begitu suka berbicara banyak maupun bercerita, sebaliknya saya lebih senang mendengarkan cerita orang lain karena ketika seseorang itu mau mengobrol, bercerita atau bahkan meluapkan segala isi hati yang terpendam dengan saya, hal itu berarti mereka mempercayai keberadaan saya disisi mereka.
Mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.

Saya merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Latar belakang keluarga saya bukanlah berasal dari keluarga berada pun juga bukan dari keluarga yang berpendidikan tinggi, dari kedua faktor inilah orangtua saya akhirnya memilih merantau, mengadu nasib ke kota besar untuk mencari nafkah. Kondisi ini juga yang menuntut saya untuk menjadi pribadi yang mandiri, karena sedari kecil sudah berjauhan dengan orangtua membuat saya harus mau dan mampu mengatur kebutuhan pribadi. Dari sinilah kemudian potensi kemandirian saya akhirnya muncul dan tertanam hingga sekarang. 

Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa anda dihadirkan di lingkungan ini?

Karena kedua kakak lelaki saya sudah menikah, maka saat ini saya hanya tinggal bertiga dengan kedua orangtua. Menjadi anak perempuan semata wayang dengan usia orangtua yang tidak lagi muda membuat saya tidak leluasa pergi jauh dari rumah. Saya tidak bisa dengan mudah pergi merantau layaknya teman sebaya saya, saya tidak bisa merasakan nikmatnya menjadi penghuni kos, dan mencicipi berkenalan dengan tetangga baru. Terkadang saya merasa jenuh, sedih, dan iri terhadap teman - teman yang memiliki kebebasan menjalani dan mengatur kehidupan masa dewasanya, namun terlalu meratapi nasib juga tidak baik, toh ratapan tersebut tidak langsung mengubah kehidupan yang saat ini saya jalani. Mungkin Allah sengaja menempatkan saya untuk berada di lingkungan saat ini agar selalu terjaga dengan lingkungan yang baik, tidak menjauhkan saya dengan-Nya, dan bisa berbakti lebih banyak kepada orangtua. Saat saya kecil dahulu, orantua selalu setia merawat, mengajari saya banyak hal, maka kini giliran saya lah harus bergantian mengambil peran tersebut.

Sekian paparan NHW#3 saya pekan ini, semoga yang saya tulis bisa menjawab pertanyaan tersebut diatas, semangat dear myself :)  


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar