happy moments, happy times, happy memories

One Day Trip : 10 Jam di Kota Cireboooon

Hallo apa kabar? lama menghilang tiba - tiba hari ini aku merindukan blog. Banyak hal yang pengen aku ceritain disini terutama tentang hidupku apalagi perjalanan menemukan pasangan hidup yang sampai saat ini belum kunjung menemukan titik terang (ups jadi curcol deh, hihi...)

Jadi hari ini aku pengen cerita tentang liburan long weekend-ku kemarin, yaaps this is my first trip to cirebooooon. Bermula dari obrolan chatku dengan mba Dinda, teman sekamarku saat mengikuti training pekerjaan di Jakarta, kami memutuskan untuk bertemu kembali untuk mengobati kerinduan masing - masing. Kebetulan mba Dinda dan keluarganya memang berencana liburan ke Cirebon sehingga sekalian mengajakku untuk bertemu disana. Ajakan tersebut aku sambut dengan riang gembira, apalagi jarak Tegal - Cirebon bisa dibilang dekat, bisalah yaa kalo pergi kesana seorang diri, hehehe..

Perjalananku dimulai pagi hari, tepat pukul 6 pagi aku udah siap menuju Terminal Tegal untuk mengecek jadwal keberangkatan bus yang menuju ke Cirebon hari itu, sayangnya aku harus menelan kekecewaan lantaran Bus COYO yang ingin aku tumpangi memiliki jadwal berbenturan dengan ittenary-ku di Cirebon. Aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan kembali lagi ke Terminal pukul 8 pagi. Setelah bertanya warga sekitar kuputuskan untuk menaiki Bus SAHABAT. Bis ini merupakan bus tipe ekonomi, sehingga harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan bus PATAS. Untuk tarif Tegal - Cirebon ini dikenakan Rp 25.000,- sekali jalan, namun perlu waspada kalo kita terlihat seperti baru pertama naik bus, tarif yang dikenakan akan dipatok jauh lebih mahal dari harga umumnya, untuk itu kita perlu bertanya - tanya terlebih dahulu sebelum memutuskan naik bus tersebut. Oia kita juga harus siap dengan segala konsekuensi menumpangi bus ekonomi, misalnya jadwal pemberangkatan yang ngaretnya naudzubillah, kecepatan bus yang lebih lambat dari siput berjalan, pedagang dan pengamen bersliweran, bahkan menjumpai sopir dan kernet bus yang merokok, mainan hp, serta tidak memakai sabuk pengaman sepanjang perjalanan. Beruntungnya bus ini memiliki fasilitas AC, sehingga mampu meredam emosiku melihat keadaan bus yang sedemikian rupa. Sedikit tips jika ingin menaiki bus ekonomi, usahakan untuk mencari tempat duduk yang dekat dengan pintu keluar, usahakan didepan sehingga jika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, kita bisa dengan mudah untuk keluar dari bus tersebut. Misalnya saat keadaan dimana kita udah muak suasana bus tersebut, hehe.

Kurang lebih perjalanan ke Cirebon memakan waktu 2,5 jam. Pukul 10.30 wib akhirnya aku bisa menginjakan kaki di Terminal Harjomukti. Saling mencari ibarat pasangan LDR yang sudah lama baru ketemu, akhirnya aku bisa berjumpa dengan mba Dinda. Setelah cipika cipiki saling bertanya kabar, kami memutuskan untuk mampir ke alfamart sebentar yang lokasinya tidak jauh dengan terminal. Tak lama kami langsung menuju ke Nasi Jamblang Pelabuhan, salah satu rumah makan yang menyediakan makanan khas Cirebon. Sesuai dengan namanya, nasi jamblang ini lokasinya berdekatan dengan pelabuhan. Menurutku nasi jamblang ini not really special, ngga beda jauh dengan nasi pada umumnya, hanya nasi yang ditambah lauk - lauk dengan pilihan yang banyak, tapi untuk rasa sih lumayan enak.
di depan pintu masuk nasi jamblang pelabuhan

Selesai mengisi perut, kami memutuskan untuk singgah ke rumah salah satu rekan kerja kami yang kebetulan berdomisili di Cirebon, mba Nisa, si mamah muda cantik yang memiliki anak perempuan lucu nan imut bernama Anna. Mba Nisa ini yang nantinya akan mengantar kami berkeliling - keliling Cirebon.
mb nisa, anna, me, and mb dinda

Berhubung hari itu hari Jum'at, kami memutuskan untuk memulai perjalanan setelah sholat jum'at usai. Perjalanan pertama kami dimulai dengan mengunjungi Keraton Kasepuhan. Tiket masuk disini cukup terjangkau hanya dengan Rp 15.000,-/orang kita bisa melihat bangunan kuno khas Keraton, didalamnya juga terdapat museum, namun kami tidak sempat masuk menyusuri museum tersebut dikarenakan keterbatasan waktu. Perlu diketahui, biasanya saat masuk ke area keraton ini kita bakal ditemani oleh seorang pemandu wisata setempat, mereka tidak mematok tarif khusus dan hanya minta bayaran seikhlasnya dari pengunjung keraton ini.

di depan gapura menuju area keraton

salah satu spot foto yang bagus di keraton

di depan museum keraton

di langgar area keraton

di depan museum keraton kasepuhan

Setelah puas berkeliling, kami akhirnya melanjutkan ke destinasi wisata berikutnya. Sambil menunggu Gocar yg kami pesan datang, kami sempatkan mencicipi Tahu Gejrot, jajanan khas Cirebon yang dijual diluar area keraton. Harga seporsinya cukup murah yakni sebesar Rp. 5.000,-/porsi.
tahu gejrot khas cirebon

Setelah driver gocar yang kami tunggu datang, kami melanjutkan destinasi wisata ke Goa Sunyaragi. Lokasi wisata ini cukup terjangkau karena tidak jauh dari pusat kota. Sesampainya dilokasi kami disambut dengan guyuran hujan, sambil menunggu hujan reda kami memutuskan untuk meneduh diarea foodcourt yang masih satu lokasi dengan Goa Sunyaragi. Setelah reda, kami memutuskan masuk ke lokasi goa, dan lagi - lagi tiket masuknya cukup terjangkau hanya sebesar Rp. 10.000,-/orang. Awalnya saya bingung, goa yang dimaksud disini tidak memiliki bentuk seperti goa pada umumnya yang gelap, senyap, dan masuk - masuk ke bawah tanah. Goa disini memiliki bentuk cukup unik karena lebih mirip seperti candi yang terbuat dari karang batu. Area wisata disini sangat bersih dan instagram-able. Disini juga terdapat wahana berupa sepeda yang berjalan pada sebuah tali, ada juga balon udara ala - ala, namun kami tidak sempat mencicipi naik karena terkendala dengan waktu. Kami hanya berkeliling sembari berfoto - foto mengabadikan momen.

di depan goa sunyaragi

salah satu jalan setapak di goa sunyaragi

di depan kamar kaputren

di depan goa arga jumut

salah satu spot foto yang bagus di komplek goa sunyaragi

Dikarenakan waktu telah masuk sore, kami memutuskan untuk mengakhiri wisata kami disini. Perjalanan masih dilanjut menggunakan Gocar untuk kemudian berkunjung ke rumah kakak mb Dinda, sampai disini kami juga harus berpisah dengan mb Nisa dan anaknya, Anna. Setelah duduk - duduk istirahat sebentar, aku memutuskan untuk pulang ke Tegal. Pukul 5 sore aku menuju terminal dengan menaiki Gojek yang telah aku pesan sebelumnya. Sesampainya di Terminal Harjomukti, aku memutuskan untuk membeli oleh - oleh khas Cirebon, namun karena bingung akhirnya kuputuskan untuk membeli kue artis yang akhir - akhir ini lagi hits disetiap kota. Akhirnya pilihanku jatuh pada Cirebon Cinnamon, kue dari Cirebon milik artis Dhini Aminarti dan Dimas Seto.


Sekitar jam setengah 6, Bus COYO yang aku tumpangi akhirnya meluncur menuju Tegal. Bus ini merupakan bus PATAS dan tentunya lebih nyaman dibandingkan bus sebelumnya. Harganya lebih mahal sedikit yakni Rp. 30.000,- sekali jalan, namun tidak ngetem dan tergolong cepat, terbukti waktu tempuh perjalanan pulangku dari Cirebon ke Tegal hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Aku turun tepat di jalan raya dekat rumah, akhirnya kuputuskan jalan kaki dengan menikmati pemandangan malam hari.
Thanks Mba Dinda, Mba Nisa, Anna... see you when I see you again :)














Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar