Kamis, 30 April 2026

Seseorang yang aku cintai, akhirnya menjadi pelajaran hidup


Sudah sekitar satu bulan hubungan kami mulai berjarak. Jarak ini tercipta bukan dikarenakan hubungan jarak jauh namun karena sudah memiliki jalan yang berbeda. Seperti kata Tulus dalam lagunya yang berjudul Hati – Hati di Jalan. Ku kira kita akan bersama, nyatanya perjalanan kami tak lagi sama arahnya. Ku kira takkan ada kendala, nyatanya kendala itu datang tanpa diduga. Pada akhirnya kami sepakat memutuskan untuk berjalan ke masing - masing arah yang dituju.

Sejujurnya tidak ada dalam benak maupun bayangan bahwa cerita indah kami berakhir seperti ini. Ada begitu banyak impian, cita – cita, serta harapan bersama di masa depan yang terpaksa harus terhenti, tidak bisa dilanjutkan lagi. Karena mulai saat ini peranku sudah tidak ada lagi dalam kehidupannya. Episode dimana aku menjadi pemeran utama pun sudah berakhir, bisa dibilang peranku saat ini tak lebih hanyalah sosok figuran saja.

Sejujurnya, kehilangan seseorang yang disayangi terasa amat sangat menyesakkan dada, apalagi hilangnya tanpa aba-aba ataupun peringatan sebelumnya. Rasanya ingin sekali menyerah dan parahnya lagi sempat terlintas untuk berhenti melanjutkan hidup saja, tapi akhirnya disadarkan lagi bahwa manusia satu ini tak cukup bekal untuk bertahan di kehidupan akhirat kelak. Jika saat ini menyerah mati dengan konyol, otomatis tiket neraka langsung dalam genggaman tangan. Astaghfirullah, Naudzubillah ...

Meski rasa kecewa itu tak bisa dibendung, namun aku berusaha untuk tidak membencinya. Sebenernya ingin memaki tapi aku lebih memilih untuk tidak melakukannya sebab walau bagaimanapun ia merupakan seseorang yang pernah menjadi bagian terbaik dalam cerita hidupku. Seseorang yang pernah mengajarkanku arti mencintai dengan tulus tanpa pamrih, sosok yang pernah membuatku merasa special dan merasa diupayakan oleh seseorang. Walau pada akhirnya, kehadirannya hanya berperan sebagai seseorang yang menjadi pelajaran dalam hidup.

Kepada diriku, mari peluk diri, mari bertahan dan tetap melanjutkan hidup bukan karena jalan ini mudah tetapi karena yakin Allah telah menyiapkan sesuatu yang indah dibalik segala yang terjadi. Semoga segala keikhlasan dan kesabaran ini, Allah catat sebagai bentuk keridhoan dan iman atas segala kehendak yang sudah digariskan. La haula wala quwwata illa billah... Allahumma yasir wala tu'assir, robbi tammim bil khair ...

 


Rabu, 01 Februari 2023

Rindu si "Mbok”

Hari ini tiba-tiba aku rindu Simbok. Gimana ya kabarnya sekarang? Semenjak bapak meninggal, aku udah gak punya informasi lagi tentang simbok. Mbok ini saudaranya bapak udah aku anggep seperti mbahku sendiri. Saat ini, aku nggak tau apakah simbok masih hidup atau sudah meninggal cz dulu saat kami tinggal bersama, usia simbok termasuk udah sepuh. 

Cerita tentang simbok, kenapa bisa tinggal bareng? dulu saat bapak & ibu merantau untuk mencari nafkah biasanya mereka mencari orang untuk menjaga aku & kakak laki-lakiku dirumah cz saat itu kami masih SD jd perlu orang untuk memantau kami dirumah so bapak pergi ke simbok yang notabene saudaranya untuk menemani kami dirumah selama beberapa bulan.

Simbok ini orangnya sangat baik & penyayang, Dulu, aku tipikal anak yang jarang main keluar, masa itu juga belum ada hp jadi lebih sering beraktivitas di rumah menghabiskan waktu berdua bereng simbok, lain halnya dengan kakakku yang lebih suka main diluar. Aktivitas yang paling aku sukai bareng simbok ialah bercerita atau masak -masakan di teras rumah. Bukan masak -masakan biasa karena saat itu aku suka bereksperimen membuat jajanan yang resepnya hasil eksperimen menggunakan bahan2 beli di warung sembako terdekat, pake wajan, kompor, serta sutil mini yang aku beli di pasar malam. Dan simboklah juri yang menilai rasa hasil eksperimen jajanan buatanku. Aku masih inget banget gimana ekspresi dan mimik wajah simbok saat mencicipinya, entah itu enak atau kurang, simbok selalu bilang enak, "kok kamu pinter sih bikin makanan kayak gini Mbok aja nggak bisa" ucap simbok dengan senyum bangga. Jawaban simbok selalu membuatku senang dan termotivasi, mungkin bagi simbok kata-katanya biasa, cuma menghibur anak kecil, tapi bagiku kata-kata beliau merupakan kalimat magic yang membuatku termotivasi untuk bikin jajanan lagi. Aah simbok, aku kangen, semoga simbok selalu dalam lindungan-Nya ❤️

Kita Pernah Saling Mengusahakan Hingga Akhirnya Asing Kembali

Hari ini, secara resmi aku menjadi seseorang yang pernah menjadi istri. Aku menyaksikan sendiri bagaimana laki-laki yang dulu be...