Bunda
telah beranjak sepuh dan kau telah tumbuh dewasa,
Kala
yang biasanya mudah tanpa upaya, kini jadi beban,
Kala
mata kasihnya nan setia
Tak
menerawang kehidupan seperti dahulu,
Kala
kakinya mulai lelah dan enggan menyokong tubuhnya lagim
Kala
itu berikanlah lenganmu untuk menyokongnya,
Temanilah
ia dengan kegembiraan dan suka cita,
Waktu
akan tiba ketika kau terisak menemaninya
Dalam
perjalanan terakhirnya
Dan
jika ia bertanya padamu, selalulah menjawabnya,
Dan
jika ia bertanya lagi, jawablah pula.
Dan
jika ia bertanya lain kali, bicaralah padanya
Tidak
dengan gelegar, namun dengan damai lembut,
Dan
jika ia tak mampu mengertimu dengan baik,
Jelaskan
semuanya dengan suka cita,
Waktu
akan tiba, waktu nan getir,
Tatkala
mulutnya bertanya lagi.
Adolf Hitler, 1923
(dari
buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya2! Halaman 208 By Ajahn Brahm )
![]() |
| bahkan orang sekejam dia sangat menyayangi ibunya, bagaimana dengan kita? |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar