happy moments, happy times, happy memories

The Silent Epidemic: GAKI



Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan suatu penyakit yang disebabkan  kekurangan Iodium, salah satu zat mineral yang memiliki peran penting bagi tubuh kita. Fungsi iodium diantaranya mengatur tumbuh kembang baik fisik maupun mental, konversi provit A menjadi vitamin A, pembentukan sel darah merah, dll. GAKI biasanya ditandai pembesaran kelenjar tiroid yaitu suatu kelenjar yang terdiri 2 lobus dan terletak di sekitar leher. Contoh penyakit GAKI yang sering dijumpai ialah gondok dan kerdil.


Penyakit ini banyak diderita penduduk yang tinggal didaerah pegunungan atau dataran tinggi. Rendahnya kandungan iodium dalam makanan maupun minuman menjadi penyebab utama timbulnya penyakit ini. Iodium merupakan suatu zat mineral yang dihasilkan dari proses hujan yaitu dimulai ketika iodide yang ada dilaut dioksidasi oleh matahari, kemudian naik ke udara dan berkondensasi membentuk hujan yang mengandung banyak mineral iodium, air hujan yang turun sebagian kecil terserap tanah sisanya mengalir menuju dataran yang lebih rendah. Hal inilah yang menyebabkan resiko tinggi penderita GAKI banyak terjadi di daerah pegunungan.

GAKI disebut The Silent Epidemic karena epidemi penyakitnya tenang tetapi menghanyutkan, menyerang secara diam-diam tanpa adanya tanda-tanda khusus sampai penderita benar – benar diketahui terpajan penyakit ini. Sehingga jika tidak diketahui sedari dini, banyak dampak atau efek yang dapat terjadi diantaranya pada ibu hamil terjadi abortus pada janin, kretin (kerdil), terjadi gangguan pertumbuhan fisik dan mental, kebodohan, hipotirod, penurunan IQ, hipertiroid pada anak - anak hingga resiko tinggi timbulnya penyakit cancer. Untuk itu perlu suatu upaya pencegahan yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan oleh GAKI yaitu dengan cara memperbanyak konsumsi iodium diantaranya dengan mengonsumsi garam beriodium, buah – buahan dan kacang – kacangan, serta mengurangi konsumsi umbi – umbian. J


letak kelenjar tiroid

Share:

1 komentar: