happy moments, happy times, happy memories

Kesalahan Orang 4LaY

Ditengah arus globalisasi semakin kuat, saat jaman semakin maju, sesuatu yang dulu dicinta dielu – elukan sekarang dibuang disingkirkan digantikan sesuatu dengan yang baru. Itulah jaman modernisasi yang semakin cepat begeser seiring berjalannya waktu. Sama halnya mengikuti teknologi, semakin kita kejar semakin jauh pula ia berlari.

Penjabaran diatas mungkin bisa dicocokkan dengan fenomena “alay” yang semakin hari semakin meredup pamornya. Jika dahulu gaya “alay” dianggap paling kece dan up to date, maka saat ini fenomena tersebut justru menjadi bahan ejekan terutama kalangan muda yang ngakunya udah dewasa, yang katanya sudah bebas dari kealayan. Mereka berbondong – bondong membasmi alayers layaknya Satpol PP yang sedang merazia gepeng maupun banci - banci yang mereka temui dijalanan. Biasanya sasaran razia untuk para alayer ialah  di facebook, twitter, foto – foto, bahkan gaya busana tak luput dari pengawasan, lucu juga ya kalo dipikir – pikir (*haha buat hiburan juga sih)

Share:
Read More

Stages of Change: Alternatif untuk si Pecandu Rokok


Rokok merupakan salah satu “mesin pembunuh” yang diperkirakan telah menyebabkan kematian 300.000 orang per tahun di Indonesia, sedangkan di dunia diperkirakan jumlah itu meningkat menjadi 5,4 juta kematian per tahun atau 1 kematian tiap 6,5 detik.

Merokok sudah menjadi bagian dari kehidupan perokok sehingga untuk menghentikan kebiasaan tersebut merupakan hal yang paling sulit dilakukan. Seseorang yang benar – benar ingin berhenti merokok harus bergantung pada kesungguhan dan niat individu masing-masing. 

Ada banyak metode / model yang dapat digunakan untuk terapi berhenti merokok, salah satunya ialah Stage’s of Change. Suatu model yang dikembangkan oleh James O. Prochaska dan Carlo DiClemente awal tahun 1980 yaitu suatu model perubahan bertahap untuk mengubah perilaku. Model ini diketahui cukup efektif dalam membantu memahami bagaimana seseorang berada dalam proses berubah hingga kemudian membuatnya berubah seumur hidupnya, misalnya pada seorang perokok. 
Share:
Read More

Waspadai Infeksi Nosokomial


Infeksi nosokomial mungkin masih terdengar asing ditelinga masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun pernahkah kalian semua mengunjungi rumah sakit? Aku yakin kalian semua pasti pernah berkunjung ke rumah sakit baik sebagai pasien maupun hanya sekedar mengunjungi saudara yang sedang sakit. Lalu apakah infeksi nosokomial itu? dan apa hubungannya dengan rumah sakit?

Menurut Depkes RI, Infeksi Nosokomial merupakan infeksi yang biasanya terjadi di rumah sakit. Infeksi ini terjadi 3 x 24 jam setelah dirawat di RS atau infeksi pada lokasi yang sama tetapi disebabkan oleh mikroorganisme berbeda dengan mikroorganisme saat masuk. Contoh kasus yang sering kita lihat ialah kejadian dimana orang sakit justru mengalami peningkatan morbiditas atau kesakitan setelah masuk RS. 

Menurut penelitian infeksi ini dapat menularkan pada 1 dari 10 pasien yang masuk ke RS, dimana prevalensi kejadian tertinggi terjadi di ruang ICU (Intensive Care Units). Salah satu bakteri yang sering dijumpai di ICU ini ialah Methicillin-resistant S. aureus (MRSA) yang menyebabkan lebih dari 60% infeksi nosokomial di ICU. Dewan Penasehat Aliansi Dunia untuk Keselamatan Pasien, juga menyatakan bahwa infeksi nosokomial menyebabkan 1,5 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Studi yang dilakukan WHO di 55 rumah sakit di 14 negara di seluruh dunia juga menunjukkan bahwa 8,7 persen pasien rumah sakit menderita infeksi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara di negara berkembang, diperkirakan lebih dari 40 persen pasien di rumah sakit terserang infeksi nosokomial. Oleh karena itu, infeksi ini tidak bisa dianggap enteng dan perlu penanganan yang lebih serius oleh semua pihak khususnya pada rumah sakit sebagai tempat penularannya.
Share:
Read More