Ditengah arus
globalisasi semakin kuat, saat jaman semakin maju, sesuatu yang dulu dicinta
dielu – elukan sekarang dibuang disingkirkan digantikan sesuatu dengan yang
baru. Itulah jaman modernisasi yang semakin cepat begeser seiring berjalannya
waktu. Sama halnya mengikuti teknologi, semakin kita kejar semakin jauh pula ia
berlari.
Penjabaran
diatas mungkin bisa dicocokkan dengan fenomena “alay” yang semakin hari semakin
meredup pamornya. Jika dahulu gaya “alay” dianggap paling kece dan up to date,
maka saat ini fenomena tersebut justru menjadi bahan ejekan terutama kalangan
muda yang ngakunya udah dewasa, yang katanya sudah bebas dari kealayan. Mereka
berbondong – bondong membasmi alayers layaknya Satpol PP yang sedang merazia
gepeng maupun banci - banci yang mereka temui dijalanan. Biasanya sasaran razia untuk para alayer ialah di facebook, twitter,
foto – foto, bahkan gaya busana tak luput dari pengawasan, lucu juga ya
kalo dipikir – pikir (*haha buat hiburan juga sih)
Sebenernya apa
sih kesalahan terbesar dari alayer di Indonesia? Ya jawabannya tidak lain
karena mereka ngetrend setelah sebagian orang sudah mulai meninggalkan fenomena
tersebut. Flashback mengenai kisah kealayanku dimulai ketika itu memiliki pacar
yang bisa dibilang anak “gaul” (*waah kirain belum pernah pacaran, haha) dimana
saat itu, aku tergolong masih sangat lugu dan polos. Namun karena saat itu
pacarku sangat kece dan gaul maka sedikit – sedikit aku mengikuti arus kealayan
yang pada saat itu menjadi suatu prestige bagi sebagian besar kaum remaja.
tulisan sms yang saat itu masih datar brubah jadi 4laY. Banyak orang
berpendapat bahwa alay merupakan salah satu fase menuju kedewasaan yang biasanya terletak diantara peralihan anak SMP sampai akhir SMA. Sependapat dengan
pandangan tersebut, setidaknya kealayan mengajarkanku untuk belajar
menjadi dewasa termasuk dewasa dalam tulisan :)
Kita semua pasti pernah mengalami fase alay ini (hayoo yang ga ngaku nanti aku laporin FBI biar dilacak semua track record terdahulunya, haha). Satu pesanku untuk para alayer "boleh alay asal jangan kelewatan" sedangkan untuk para pembasmi alay "alay merupakan bagian dari kedewasaan, mereka yang masih alay tandanya belum dewasa sepenuhnya". mari aku kasih bonus ke"alay"anku jaman kelas 2 SMA:
Kita semua pasti pernah mengalami fase alay ini (hayoo yang ga ngaku nanti aku laporin FBI biar dilacak semua track record terdahulunya, haha). Satu pesanku untuk para alayer "boleh alay asal jangan kelewatan" sedangkan untuk para pembasmi alay "alay merupakan bagian dari kedewasaan, mereka yang masih alay tandanya belum dewasa sepenuhnya". mari aku kasih bonus ke"alay"anku jaman kelas 2 SMA:
![]() |
| Status Facebook jamannya masih alay (o_O) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar