happy moments, happy times, happy memories

NHW#1 : Pembelajaran di Universitas Kehidupan

Setelah beberapa minggu mengikuti rangkaian perkenalan kelas, akhirnya saya sampai pada pekan pertama Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6. Sebelum kelas benar - benar dimulai, Team Matrikulasi mengadakan stadium generale yang dilaksanakan di platform telegram. Adapun pamateri dari stadium general ini disampaikan oleh Ibu Septi Peni Wulandari selaku founder dari Institut Ibu Profesional. Penyampaian materi serta diskusi berlangsung cukup singkat, rapih, dan tertata serta memberikan banyak inspirasi. Berakhirnya stadium generale ini juga menandakan bahwa kelas MIIP Batch 6 resmi dimulai.

Di minggu pertama kelas MIIP ini, kami diberikan materi tentang Adab Menuntut Ilmu. Materi ini sangat tepat diberikan di awal kelas mengingat adab harus diterapkan terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu sehingga nantinya ilmu tersebut bisa kami amalkan dalam kehidupan sehari - hari. Kami juga mulai diberikan Nice Homework (NHW) Pertama. NHW merupakan tugas yang harus dikerjakan peserta matrikulasi sebagai syarat kelulusan, sebagai sarana berlatih sekaligus untuk mengikat ilmu yang kami dapatkan selama mengikuti kelas MIIP. Walaupun hanya diberikan empat butir pertanyaan, namun untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan tersebut butuh pemikiran serta perenungan yang panjang dan pastinya setiap peserta akan memiliki jawaban berbeda tergantung dari kondisi dan minat masing - masing individu. 

Sebenarnya ada banyak jurusan ilmu kehidupan yang ingin saya pelajari. Namun dalam NHW kali ini kami diarahkan untuk fokus memilih satu jurusan. Setelah beberapa hari mencari, menggali serta merenungi dalam - dalam, akhirnya saya memutuskan untuk memilih ilmu kehidupan rumah tangga sebagai jurusan ilmu kehidupan yang akan saya tekuni di masa depan. Kenapa ilmu tersebut ? Kenapa tidak yang lain ? Alasannya cukup simpel karena ilmu kehidupan rumah tangga merupakan ilmu yang mencakup banyak aspek, dalam berumah tangga proses pembelajarannya pun termasuk panjang dan tidak lantas berhenti setelah kita menikah. Untuk itu perlu bekal ilmu yang banyak serta matang supaya kita tidak tersesat ataupun kehilangan arah nantinya. Proses awal peradaban terbentuk juga dimulai dari sebuah rumah tangga. Ketika kita sudah menikah, kita selayaknya harus sudah menyiapkan bekal menjadi orangtua, seorang suami maupun istri disini memiliki peranan yang yang sama - sama penting untuk mendidik serta membentuk kepribadian anak. Dalam Ebook 3 Hari Siap Jadi Orangtua karya Ardiar Estri Mardisiwi dan Kenniko Okta Putra menjelaskan bahwa orang tua diibaratkan sebagai sayap yang dibutuhkan oleh seorang anak untuk terbang tinggi ke angkasa. Peran Ibu mengasah kepekaan rasa, sedangkan ayah memberi makna terhadap logika. Kedua peran ini sangat dibutuhkan seorang anak agar siap dalam menghadapi kehidupannya.

Hal - hal tersebut diatas tidak mungkin bisa terwujud jika saya hanya menuliskan saja tanpa ada aksi tindakan yang saya lakukan. Beberapa hal yang saya mulai lakukan sebelum saya benar - benar memulai kehidupan berumah tangga ialah 
  • Membaca buku - buku inspiratif seputar pra nikah, menikah, dan parenting 
  • Mengikuti kelas online dan offline seputar pra nikah, menikah, dan parenting 
  • Bergabung dengan komunitas yang berkaitan ilmu tersebut, misalnya komunitas Institut Ibu Profesional
  • Belajar memetik hikmah dari setiap tulisan ataupun cerita dari orang - orang yang sudah menikah baik orang sekitar maupun dari public figure.
  • Mengikuti kajian memperkokoh keimanan
Adapun berkaitan dengan adab dalam menuntut ilmu, ada beberapa hal yang ingin saya perbaiki dalam proses menuntut ilmu tersebut diantaranya ialah 
  • Belajar meluruskan niat, selama ini saya sering belajar mengikuti sesuatu hanya ikut - ikutan saja, ingin dianggap keren. Niat awal yang salah inilah yang membuat hasil dari apa yang kita lakukan menjadi sia - sia. 
  • Selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap proses pembelajaran.
  • Belajar untuk selalu berkomitmen, tetap konsisten dan bersungguh - sungguh dalam mencari ilmu, serta tidak mudah menyerah
  • Membuat buku catatan agar ilmu yang didapat tetap diingat dan tidak hilang begitu saja
  • Belajar untuk ber-tafskiyatun nafs, terkadang saya masih sering berprasangka buruk, tidak jarang membicarakan orang lain. Maka saya perlu membersihkan jiwa ini dari hal - hal tersebut agar ilmu yang saya pelajari bisa terserap dengan baik. 
Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah senantiasa ridho dengan apa yang saya tulis disini. 
Alhamdulillah setelah beberapa hari , akhirnya tugas ini bisa terselesaikan juga.
Semangat dear myself :) 



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar