Jumat, 27 Juli 2018

Aliran Rasa : Perjalanan Awal di Kelas Matrikulasi IIP


Beberapa hari belakang, mayoritas topik yang saya bicarakan dengan beberapa teman ialah tentang rasa antusias mengikuti kelas Matrikulasi IIP Batch 6 ini. Sejujurnya saya memang sedang semangat belajar mendalami ilmu seputar pra nikah, menikah, parenting, serta pengembangan diri. Mungkin dikarenakan kekhawatiran saya ketika membayangkan hidup berumah tangga, apakah nantinya saya bisa menjadi istri atau orang tua yang baik bagi keluarga saya, entahlah saya pun masih belum mengetahui, tetapi saya selalu berharap bisa menjadi serta memberikan yang terbaik untuk keluarga saya di masa depan.  

Awalnya saya merasa sedikit malu, agak minder, dan canggung. Seseorang yang jangankan memiliki anak, bahkan pasangan saja masih belum ada tiba - tiba bergabung di sebuah grup yang mayoritas pesertanya ialah ibu - ibu. Namun setelah sekitar 2 minggu masuk di kelas Foundation hingga saat ini di kelas Matrikulasi, rasa tersebut perlahan memudar. Dalam grup yang tergolong dalam Matrikulasi IIP Batch 6 Kelas Jateng 2 ini semua peserta terlihat sama, yakni perempuan yang sama - sama ingin belajar menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat, baik bagi diri sendiri, maupun perannya sebagai ibu sekaligus istri.

Kamis, 05 April 2018

One Day Trip : 10 Jam di Kota Cireboooon

Hallo apa kabar? lama menghilang tiba - tiba hari ini aku merindukan blog. Banyak hal yang pengen aku ceritain disini terutama tentang hidupku apalagi perjalanan menemukan pasangan hidup yang sampai saat ini belum kunjung menemukan titik terang (ups jadi curcol deh, hihi...)

Jadi hari ini aku pengen cerita tentang liburan long weekend-ku kemarin, yaaps this is my first trip to cirebooooon. Bermula dari obrolan chatku dengan mba Dinda, teman sekamarku saat mengikuti training pekerjaan di Jakarta, kami memutuskan untuk bertemu kembali untuk mengobati kerinduan masing - masing. Kebetulan mba Dinda dan keluarganya memang berencana liburan ke Cirebon sehingga sekalian mengajakku untuk bertemu disana. Ajakan tersebut aku sambut dengan riang gembira, apalagi jarak Tegal - Cirebon bisa dibilang dekat, bisalah yaa kalo pergi kesana seorang diri, hehehe..

Perjalananku dimulai pagi hari, tepat pukul 6 pagi aku udah siap menuju Terminal Tegal untuk mengecek jadwal keberangkatan bus yang menuju ke Cirebon hari itu, sayangnya aku harus menelan kekecewaan lantaran Bus COYO yang ingin aku tumpangi memiliki jadwal berbenturan dengan ittenary-ku di Cirebon. Aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan kembali lagi ke Terminal pukul 8 pagi. Setelah bertanya warga sekitar kuputuskan untuk menaiki Bus SAHABAT. Bis ini merupakan bus tipe ekonomi, sehingga harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan bus PATAS. Untuk tarif Tegal - Cirebon ini dikenakan Rp 25.000,- sekali jalan, namun perlu waspada kalo kita terlihat seperti baru pertama naik bus, tarif yang dikenakan akan dipatok jauh lebih mahal dari harga umumnya, untuk itu kita perlu bertanya - tanya terlebih dahulu sebelum memutuskan naik bus tersebut. Oia kita juga harus siap dengan segala konsekuensi menumpangi bus ekonomi, misalnya jadwal pemberangkatan yang ngaretnya naudzubillah, kecepatan bus yang lebih lambat dari siput berjalan, pedagang dan pengamen bersliweran, bahkan menjumpai sopir dan kernet bus yang merokok, mainan hp, serta tidak memakai sabuk pengaman sepanjang perjalanan. Beruntungnya bus ini memiliki fasilitas AC, sehingga mampu meredam emosiku melihat keadaan bus yang sedemikian rupa. Sedikit tips jika ingin menaiki bus ekonomi, usahakan untuk mencari tempat duduk yang dekat dengan pintu keluar, usahakan didepan sehingga jika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, kita bisa dengan mudah untuk keluar dari bus tersebut. Misalnya saat keadaan dimana kita udah muak suasana bus tersebut, hehe.

Selasa, 19 September 2017

Seuntai Doa


Dear Allah,

Give me someone who can be my own home, my daughter's first love, and my son's hero. Aamiin ... 

Selasa, 28 Februari 2017

Ingin Menikah


*gambar diambil dari google
Hallo apa kabar temen - temen blogger? Long time no see,,, i think i miss you already...
Temen - temen, sepertinya semakin kita dewasa banyak hal yang kita khawatirkan dalam hidup. Terkadang untuk bahagia atau sekedar tersenyum pun tidak semudah saat kita masih kecil dulu. Maka tidak heran, banyak orang – orang dewasa yang iri dan ingin kembali ke masa anak – anak. Mereka bisa merasakan bahagia dengan cara – cara yang sederhana.

Seharian ini aku hanya berkutat dirumah sakit bersama bapak. Sesekali aku buka handphone, namun seperti biasa semua terkesan datar apalagi hari ini koneksi internet tidak sedang berpihak padaku, alhasil serangan kebosankan melanda tiada henti. Banyak hal yang aku lakukan untuk menyiasati dan menghilangkan rasa kebosanan ini, mulai dari membaca, tilawah hingga akhirnya berinisiatif mengambil sebuah bolpoin dan blocknote yang aku simpan didalam ransel kesayanganku. 

Awalnya aku, bolpoin, dan bloknote tiada reaksi apapun, kita hanya saling diam, canggung satu sama lain. Dan tiba – tiba otakku berinisiatif untuk membahas tentang cinta. Cinta seorang perempuan diusia 20-an. Usia dimana setiap ada masalah hidup, inginnya diselesaikan dengan cara menikah saja. 

Banyak perempuan yang berekspektasi tinggi tentang sebuah pernikahan. Mereka buru – buru dan saling berlomba, bermimpi menggelar pesta pernikahan impian masing - masing. Semakin menginjak usia 20-an, secara langsung maupun tidak orangtua kita akan memberi desakan yang sangat kuat untuk segera menikah. Kita juga bakal sering mendapatkan undangan dari teman – teman, entah itu teman sekolah, teman main, teman kantor bahkan seseorang yang kita sendiri lupa pernah berteman dengannya. Kita pun akan banyak menjumpai pasangan yang setiap hari, setiap jam, setiap saat memamerkan kemesraannya melalui media sosial. Apalagi jika kita hobi nonton film Korea yang tergolong kelewat romantis, juga suka baca novel – novel yang bikin baper setinggi langit, aaah...goyah sudah pertahanan hati ini. Siapa sih yang tidak ingin menikah? memiliki partner hidup, partner diskusi, dan partner saat melaksanakan perjalanan jauh, sungguh nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Sayangnya, kenyataan tidak semua sesuai atau sama dg mimpi-mimpi kita. Kita boleh dan dibebaskan untuk berimajinasi, berangan - angan mengenai pernikahan impian kita, ingin menjalani kehidupan rumah tangga seperti apa nantinya, tetapi perlu kita ingat menikah bukanlah perkara mudah yang cukup dengan modal uang, keinginan, ataupun mas kawin saja. Pernikahan merupakan sebuah perjanjian yang suci, sakral, dan sangat berat. Allah SWT menyebut pernikahan sebagai “Mitsaqon Ghaliza”. Salah satu dari 3 perjanjian Agung selain perjanjian Allah SWT dengan Nabi – nabi terdahulu serta perjajian Allah SWT dengan Bani Israil. Sebuah perjanjian yang akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Masyaa Allah..l

Jika ditanya mengenai kesiapan diri kita pribadi, apakah kita benar – benar sudah siap? Jangan menikah karena kesepian, karena ikut – ikutan orang lain, dan putus asa terhadap masalah hidup kita. Agama yang aku anut pun tidak menganjurkan hal – hal demikian. Meski menikah adalah sunnah nabi, namun menikah juga bisa menjadi haram jika niat kita tidak baik, ada indikasi kebohongan, dan adanya tidakmampuan memberi nafkah kepada pasangan, dalam hal ini bagi seorang laki – laki.

Pernikahan itu perlu dipersiapkan dengan matang, misalnya kesiapan mental dan kesiapan ilmu seputar pernikahan. Coba deh kita lihat lagi, setiap perempuan selalu mendambakan calon pasangan yang sempurna. Sosok lelaki agamis, sholeh, mampu menjadi imam, dan yang hafalan Al-Qur’annya banyak.  Tanpa sadar kita terlalu menggantungkan harapan kita pada calon pasangan kita. Sedangkan kita pribadi enggan untuk memperbaiki diri. Bukankah sudah jelas diterangkan bahwa pasangan kita adalah cerminan diri kita. Misal saat kita melihat sosok ibu Ainun meski akhirnya beliau hanya menjadi ibu rumah tangga, namun kepandaian yang dimiliki tidak kalah dengan pak Habibie. Ummu Khadijah r.a dan Ummu Aisyah r.a yang meski rentang usia yang berbeda jauh, namun mereka mampu menjadi pakaian sang Nabi Muhammad SAW. 

Kita, perempuan merupakan seorang makluk yang diciptakan Allah SWT untuk pakaian suami dan sebaik – baiknya pakaian ialah wanita sholihah. So, jika kita memiliki keinginan untuk menikah, tidak usah menghanyal yang tinggi – tinggi, nanti jatuh, sakit, lama sembuhnya. Tidak ada salahnya kan kita mulai memperbaiki diri? Hehe. Tulis saja daftar kriteria yang kita inginkan ada pada suami lalu belajar mempraktekkan dalam kehidupan kita sehari – hari. Semoga kita, para perempuan yang ingin menikah, mampu menjadi pakaian sang suami dan mampu menggenapkan separuh agamanya. Selamat mencari, jangan cepat lelah apalagi menyerah. Selalu ingat bahwa urusan rizqi, nasib, umur, apalagi jodoh sudah Allah tentukan semenjak kita berada dikandungan. So jangan khawatir yaaaa ^^

Rabu, 15 Februari 2017

Even Me

"Because sometimes, someone need somebody to talk and hear wisely. Even me". - Brian Khrisna

Sabtu, 21 Januari 2017

the heart that make me alive


Meskipun terkadang menyebalkan, cerewet, galak, suka memarahi, namun sekali orang tua tetaplah orang tua. Mereka ialah orang pertama yang mencintai kita didunia ini, orang – orang yang Allah percaya bisa merawat hidup kita. Orang yang hanya dengan berbakti kepadanya, surga akan semakin dekat dengan kita. Dan hari ini aku merindukan keduanya, semoga Allah selalu memberikan kehidupan terbaik untuk mama dan bapak.
-Dewi-

Minggu, 16 Oktober 2016

Saat Jodoh Seolah Menjauh, Antara Rindu dan Keputusasaan

(c) ig @klikyosi
Hallo sahabat blogger, lama tak saling menyapa, apa kabar? Semoga kabar kalian semua baik selalu yaa dan yang terpenting jangan lupa bersyukur.
Sahabat blogger, hari ini aku pengen berbagi cerita sekaligus ilmu yang baru saja aku dapetin pas ikut romantic talkshow minggu lalu. Talkshow ini memiliki tema sangat menarik karena langsung membuat baper siapa saja yang baca, “Saat Jodoh Seolah Menjauh, Antara Rindu dan Keputusasaan”. Tema ini seolah menggambarkan curahan hati jomblo-ers, single-ers atau apalah sebutannya yang saat ini memang sedang mengalami fase kegalauan akut dalam mencari tambatan hati, hehe.
Sahabat blogger selain dari sisi tema, romantic talkshow ini juga diisi oleh pemateri yang tak kalah menarik. Siapa yang tak kenal dengan Ustadz Akbar Nazary, seorang pendakwah muda ganteng yang baru saja menggenapkan separuh agamanya, ia merupakan fouder dari @dakwahislam. Selain beliau, ada ustadz Yosi Al Muzanni, penulis buku “Im’possible Young Marriage” sekaligus Founder Klinik Nikah Indonesia, dan Ustadz Dimas Anafadli, Motivator muda sekaligus Pembina Klinik Nikah Semarang. Ketiga pemateri romantic talkshow ini merupakan praktisi nikah muda dan memang spesialis dalam hal nikah menikah. Oia tak kalah menarik, acara ini juga disemarakkan oleh “ifive voice” yang dengan suara merdunya membuka acara dengan membawakan lagu “menikahimu” milik Kahitna. Ada juga mas Bayu, kreator Hujan Cerita yang dalam acara ini sekaligus merangkap menjadi moderator. Daaan terakhir, acara ini juga dipandu oleh MC kocak “Mlumah”, duo comedian kocak jebolan salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Jadi meski pada awalnya hanya iseng, namun tak ada penyesalan setelah mengikuti romantic talkshow ini.

Kita Pernah Saling Mengusahakan Hingga Akhirnya Asing Kembali

Hari ini, secara resmi aku menjadi seseorang yang pernah menjadi istri. Aku menyaksikan sendiri bagaimana laki-laki yang dulu be...