Minggu, 02 September 2018

NHW#5 : Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Hallo ...
Kembali lagi dengan rutinitas mengerjakan nice homework yang kelima. Di pekan ini merupakan waktu terpadat yang saya lalui karena saya harus mobile Tegal - Surabaya untuk urusan bisnis keluarga, lalu mendapat amanah menjadi sekretaris kelas Matrikulasi IIP Jateng 2 dimana disini tugas saya membantu korming untuk mengkoordinasikan kegiatan kelas serta membuat resume tanya jawab diskusi kelas baik materi maupun tentang nice homework sesuai jadwal yang telah disepakati, lalu pekan ini pula saya mendapat jadwal menjadi "Star of The Day" kelas, istilah yang digunakan untuk ajang memperkenalkan diri agar nantinya kami semakin akrab dengan penghuni atau peserta peserta Matrikulasi Institut Ibu Profesional Kelas Jateng 2. 

Pada pekan ini materi yang diberikan mengambil tema "Belajar Bagaimana Caranya Belajar" atau "Learning How To Learn" yang kemudian disusul dengan pemberian NHW sesuai dengan tema tersebut. 
Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat Design Pembelajaran ala kita.
Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.
Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.
Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.
Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.
Nah kesan pertama membacanya jujur saya merasa bingung dan menerka - nerka apa maksud dari pertanyaan NHW tersebut diatas. Beruntunglah kelas kami diberi ruang berdiskusi sehingga bisa memberi gambaran maksud pengerjaan NHW 5 ini, secara garis besar kami diajak untuk membuat design pembelajaran untuk kami sendiri. 

Design pembelajaran versi saya ini dibuat berdasarkan hasil pengerjaan NHW - NHW sebelumnya, untuk penjabaran dapat dilihat sebagai berikut.

1. WHAT (Topik ilmu)

Topik ilmu yang ingin saya pelajari ialah ilmu kehidupan rumah tangga.

3. WHY (Tujuan mempelajari ilmu)

saya pribadi ingin menjadi ibu yang dekat dengan anak, menjadi orang pertama yang mengetahui tumbuh kembang anak, serta menyiapkan anak agar bisa survive menghadapi kehidupannya di masa depan, selain itu saya ingin memastikan agar keluarga saya menjadi keluarga yang selalu diliputi kebahagiaan.

4. . WHERE (Sumber Referensi)

- buku 
- media sosial
- pakar sesuai keahliannya

5. HOW (Metode)

untuk mendukung ilmu yang saya pelajari maka saya perlu lebih banyak membaca buku terkait parenting dan keluarga, mengikuti tingkatan kelas di Institut Ibu Profesional, mengikuti seminar bertema parenting dan keluarga, belajar melalui media sosial dari pakar - pakar sesuai bidang ilmu, serta mempraktikan ilmu yang telah di dapat dalam kehidupan sehari - hari.

6. WHEN (Waktu)

dimulai dari saat menentukan milestone KM 0 saya, untuk penjabarannya sebagai berikut.
- Mempelajari Ilmu Pendidikan Anak Berbasis Fitrah, Manajemen Keuangan Rumah Tangga :  September - Desember 2018
- Menguasai ilmu Gizi Keluarga Meliputi menyiapkan variasi menu, camilan dan resep MPASI : Tahun 2019 
- mengikuti kelas Bunda Sayang : Tahun 2020 - 2021
- mengikuti kelas Bunda Cekatan : Tahun 2021 - 2022
- mengikuti kelas Bunda Produktif  : Tahun 2022 - 2023
- mengikuti kelas Bunda Shalihah : Tahun 2023 - 2024

7. WHO (Guru)

- Objek : diri saya pribadi dan keluarga
- Guru : belajar pada pakarnya ilmunya


Minggu, 26 Agustus 2018

NHW#4 : Mendidik dengan Kekuatan Fitrah


Selamat Malam Senin ...
Semangat menyiapkan bekal untuk aktivitas di esok hari. Hari ini, di menit - menit terakhir due date Nice Homework keempat saya berusaha menyempatkan diri untuk membuka laptop mengumpulkan kepingan - kepingan jawaban hasil perenungan beberapa hari kebelakang. Di minggu keempat Matrikulasi Institut Ibu Profesional kelas Jateng 2 kami semakin diajak untuk mendalami diri kami masing - masing. Di minggu ini pula kami diajak untuk menoleh ke belakang terkait NHW sebelumnya yang telah kami kerjakan, apakah sudah sesuai dengan diri kami atau jika perlu, kami ubah lagi menyesuaikan dengan apa yang menjadi minat kami. Materi minggu ini membahas tema "Mendidik dengan Kekuatan Fitrah", keberlangsungan kelas diskusi pun semakin ramai, meski saya belum menikah namun ikut menyimak perbincangan teman - teman sekelas membahas kondisi keluarga dan anak masing - masing membuat saya ikut bahagia. Bahagia karena cerita - cerita mereka memberikan inspirasi dan bayangan mengenai kehidupan keluarga saya akan seperti apa nantinya. Adapun NHW yang diberikan memiliki poin - poin lebih banyak dibanding NHW sebelumnya, hal ini berarti kami dituntut untuk lebih berpikir dari sebelumnya, penjabaran pertanyaannya ialah sebagai berikut.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 
Apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Pada Nice Homework 1, saya menulis ilmu kehidupan rumah tangga sebagai jurusan ilmu yang saya pilih dan sampai saat ini pun saya masih memilih jurusan tersebut namun konteks kehidupan rumah tangga yang cukup luas maka saya akan fokuskan pada ilmu parenting dan keluarga. Hal ini karena saya ingin menyiapkan anak - anak saya agar bisa survive menghadapi kehidupannya.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2
Sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Untuk checklist yang telah saya buat pada Nice Homework kedua belum 100% terlaksana, hal ini karena saya masih belum memanajemen waktu dengan baik dan benar serta kadang fokus saya teralihkan oleh ramainya aktivitas pekerjaan dan sosial media. Semoga kedepannya saya bisa semakin rajin dan konsisten mengerjakan checklist tersebut.

c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3
Apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Sebenarnya selama beberapa hari ini saya masih merenungi tujuan penciptaan diri saya di muka bumi ini, namun mencoba menjabarkan mimpi - mimpi saya yang cukup simpel namun tidak sesimpel itu jika dijalankan. Saya pribadi ingin menjadi ibu yang dekat dengan anak, menjadi orang pertama yang mengetahui tumbuh kembang anak, dan memastikan keluarga saya menjadi keluarga yang selalu diliputi kebahagiaan maka secara garis besar penjabaran kehidupan saya ialah sebagai berikut. 
Misi Hidup : Menjadi Ibu Profesional untuk Mewujudkan Keluarga yang Bahagia dan Dekat dengan Allah
Bidang : Parenting dan Keluarga
Peran : Learner - Mentor

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, 
Susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

Untuk mendukung jurusan ilmu yang saya pilih, serta mendukung dalam menjalankan misi saya, maka ilmu yang saya perlukan diantaranya ialah 
1. Pendidikan Anak Berbasis Fitrah
2. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
3. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
4. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
5. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Untuk memenuhi misi hidup saya, maka penetapan titip awal (KM 0) saya dimulai saat ini yaitu usia 25 Tahun. Jika dialokasikan 4 jam perhari, maka untuk mencapai 10.000 jam terbang dibutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun untuk cukup berhasil di bidang tersebut. Maka untuk milestones yang telah saya susun untuk mencapai misi hidup saya. 
KM 0 - KM 1 (Tahun 1) : Mempelajari Ilmu Pendidikan Anak Berbasis Fitrah, Manajemen Keuangan Rumah Tangga, 
KM 1 - KM 2 (Tahun 2) : Mempelajari dan Mempraktekkan ilmu Bunda Sayang, Menguatkan ilmu Pendidikan Anak Berbasis Fitrah, Menguasai ilmu Gizi Keluarga Meliputi menyiapkan variasi menu, camilan dan resep MPASI 
KM 2 - KM 3 (Tahun 3) : Menguasai ilmu Bunda Sayang, Mempelajari ilmu Bunda Cekatan
KM 3 - KM 4 (Tahun 4) : Menguasai ilmu Bunda Cekatan
KM 4 - KM 5 (Tahun 5) : Mempelajari ilmu Bunda Produktif
KM 5 - KM 6 (Tahun 6) : Menguasai ilmu Bunda Produktif 
KM 6 - KM 7 (Tahun 7) : Fokus menguasai ilmu Bunda Shaliha

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, 
Apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Belum spesifik sesuai dengan indikator SMART, akan saya revisi lagi dengan memasukkan ilmu - ilmu tersebut diatas dalam checklist indikator ibu profesional. 

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah senantiasa meridhoi setiap langkah saya. Kepada diriku, teruslah berusaha lebih baik lagi, jangan lelah untuk belajar apalagi sampai menyerah ditengah jalan, selalu ingat di masa depan kamu akan melahirkan anak hebat pembagun peradaban masa depan, semangat dear myself :)

Minggu, 19 Agustus 2018

NHW#3 : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Selamat malam ...
Hari ini saya ingin berbagi isi hati sekaligus sebagai jawaban dari tugas NHW pekan ketiga di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6. Materi minggu ini semakin menarik karena kami dibuat flashback, kembali mengingat kehidupan masa kecil kami, bagaimana pola asuh orangtua kami, tentang lingkungan kami, serta belajar memahami maksud dan tujuan Allah menciptakan dan meletakkan kami di tempat yang saat ini kami tinggali. Bahasan mengenai “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” ini membuat saya semakin berpikir akan banyak hal, terutama bagaimana pentingnya menyiapkan sebuah peradaban untuk masa depan. Namun disisi lain saya merasa sedih karena materi yang semakin menarik ini terkendala dengan berbagai kesibukan pekerjaan yang minggu ini sangat padat merayap sehingga membuat saya kurang fokus dan kurang maksimal baik dalam menyerap materi, berdiskusi maupun mengerjakan NHW. Pada akhirnya saya baru bisa mengerjakan NHW 3 ini dimenit - menit terakhir batas pengumpulan tugas. Adapun tugas pekan ini dibagi menjadi empat poin, diantaranya ialah sebagai berikut.

Suara Hati untuk Calon Imamku

Untuk seseorang yang kelak menjadi pasanganku dimasa depan, 
Semoga engkau merupakan orang yang baik, baik dari segi iman, agama maupun akhlaknya yang sengaja Allah SWT kirimkan untuk menjadi penyempurna agamaku. 
Seorang lelaki yang mampu membimbingku menuju jalan-Mu, yang mampu  menunjukan mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar maupun mana yang salah.
Semoga engkau merupakan sosok lelaki sholeh, yang bisa mencintai Allah SWT melebihi apapun di dunia ini, yang selalu berusaha untuk dekat dengan Masjid, Al-Qur’an dan tidak perhitungan dalam bersedekah, serta mampu memperlakukanku sebagaimana yang dianjurkan agama.
Semoga engkau bisa menjadi rumah yang nyaman untuk aku tinggali, menjadi cinta pertama untuk anak perempuanku serta pahlawan pertama bagi anak lelakiku. 
Jadilah lelaki seperti dalam Surat untuk Masa Depanku

Kekuatan Potensi Diri

  • Saya pribadi melihat diri saya merupakan sosok yang tergolong mandiri karena memang sedari kecil biasa ditinggal merantau orangtua sehingga saya sering mengurus hal - hal ini itu sendiri sampai sekarang pun lebih suka mengandalkan diri sendiri dahulu jika memang tidak bisa baru meminta bantuan orang lain. 
  • Saya memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memanajemen keuangan, baik di rumah maupun di tempat kerjaan saya sering ditunjuk untuk mengurus hal - hal berkaitan dengan masalah keuangan, meski cukup pusing dan ribet namun saya menikmatinya. 
  • Saya merupakan pribadi dapat diandalkan. Ketika mengerjakan sesuatu, saya selalu berusaha mengerjakan sampai selesai. Sifat saya yang cukup perfeksionis membuat pekerjaan yang saya kerjakan harus terselesaikan dengan baik, rapi, dan tertata. 
  • Pendengar yang baik, saya termasuk pribadi yang introvert sehingga tidak begitu suka berbicara banyak maupun bercerita, sebaliknya saya lebih senang mendengarkan cerita orang lain karena ketika seseorang itu mau mengobrol, bercerita atau bahkan meluapkan segala isi hati yang terpendam dengan saya, hal itu berarti mereka mempercayai keberadaan saya disisi mereka.
Mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.

Saya merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Latar belakang keluarga saya bukanlah berasal dari keluarga berada pun juga bukan dari keluarga yang berpendidikan tinggi, dari kedua faktor inilah orangtua saya akhirnya memilih merantau, mengadu nasib ke kota besar untuk mencari nafkah. Kondisi ini juga yang menuntut saya untuk menjadi pribadi yang mandiri, karena sedari kecil sudah berjauhan dengan orangtua membuat saya harus mau dan mampu mengatur kebutuhan pribadi. Dari sinilah kemudian potensi kemandirian saya akhirnya muncul dan tertanam hingga sekarang. 

Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa anda dihadirkan di lingkungan ini?

Karena kedua kakak lelaki saya sudah menikah, maka saat ini saya hanya tinggal bertiga dengan kedua orangtua. Menjadi anak perempuan semata wayang dengan usia orangtua yang tidak lagi muda membuat saya tidak leluasa pergi jauh dari rumah. Saya tidak bisa dengan mudah pergi merantau layaknya teman sebaya saya, saya tidak bisa merasakan nikmatnya menjadi penghuni kos, dan mencicipi berkenalan dengan tetangga baru. Terkadang saya merasa jenuh, sedih, dan iri terhadap teman - teman yang memiliki kebebasan menjalani dan mengatur kehidupan masa dewasanya, namun terlalu meratapi nasib juga tidak baik, toh ratapan tersebut tidak langsung mengubah kehidupan yang saat ini saya jalani. Mungkin Allah sengaja menempatkan saya untuk berada di lingkungan saat ini agar selalu terjaga dengan lingkungan yang baik, tidak menjauhkan saya dengan-Nya, dan bisa berbakti lebih banyak kepada orangtua. Saat saya kecil dahulu, orantua selalu setia merawat, mengajari saya banyak hal, maka kini giliran saya lah harus bergantian mengambil peran tersebut.

Sekian paparan NHW#3 saya pekan ini, semoga yang saya tulis bisa menjawab pertanyaan tersebut diatas, semangat dear myself :)  


Sabtu, 11 Agustus 2018

NHW#2 : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Hallo… kembali lagi dengan cerita saya dikelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, kali ini saya memasuki minggu kedua kelas MIIP. Materi minggu ini membahas mengenai “Menjadi Ibu Profesional”. Secara garis besar, ibu profesional ialah seorang perempuan yang bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak - anakya serta terus berusaha memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh - sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik. Beberapa tahapan yang dilalui untuk menjadi ibu profesional, ialah :
1. Bunda Sayang
2. Bunda Cekatan
3. Bunda Produktif
4. Bunda Shalihah


Setelah diskusi materi selesai, kami kembali diberikan Nice Homework. Pada NHW#2 ini kami ditugaskan untuk membuat Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan, cukup mudah namun tidak juga mudah dikerjakan karena memang perlu pemikiran yang detail dan rinci. Ada 3 bagian dalam checklist yang harus dikerjakakan, yaitu 
  • Indikator sebagai Individu
Indikator Sebagai Individu
Perspektif
Indicator
Waktu Minimal
/ Hari / Minggu / Bulan
Spiritual
Berusaha  sholat 5 waktu di awal waktu 5 x
Sholat Sunnah Dhuha (4 Rakaat) 4 x
Sholat Tahajud (4 Rakaat)2 x
Sholat Rawatib 1 x
Tilawah Al - Qur'an1/2 juz
Puasa Sunnah1 x
Membaca Terjemahan Al - Qur'an 10 Ayat
Menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinfaq 1x
Muhasabah diri menjelang tidur 1 x
Personal Development
Membeli dan Membaca Buku Inspiratif 1 x
Mengikuti Kajian Ilmu 1 x
Menulis di Blog Pribadi 1 x
Bangun sebelum jam 04.30 WIB 1x
Membaca dan Mereview Artikel Inspiratif baik di Majalah, Koran, Website, Blog, dll.1x
Belajar Menahan Emosi1 x
Olahraga 1 jam
Update Info dan Teknologi Terbaru 1x
  • Indikator sebagai Istri
Saya sendiri sebenarnya masih belum menikah, namun dalam pemikiran ideal saya, jika nanti sudah menikah dan menjadi seorang istri, hal - hal yang ingin saya lakukan ialah

Indikator Sebagai Istri
Indicator
Waktu Minimal
/ Hari / Minggu / Bulan
Mengelola keuangan keluarga dengan baik, membuat cash advance dan settlement advance untuk dilaporkan pada suami1 x
Mereview kegiatan yang telah dilakukan selama sehari (siap menjadi "Tong Sampah" suami, mendengarkan dengan seksama curahan hati suami)1 x
Rajin bersilaturahmi dengan orangtua masing - masing minimal menghubungi via telepon / video call 1 x
Bersilaturahmi / berkenalan dengan rekan - rekan suami 1 x
Membuat Food Preparation & Menyiapkan Menu Gizi Seimbang (Berusaha memasak dirumah, tidak sering membeli makan diluar rumah, serta mengurangi konsumsi MSG dan Junkfood)1 x
Melakukan perawatan diri agar tetap cantik dimata suami (ex. Facial, Creambath, dll)1 x
Membersihkan dan menata rumah agar kembali rapi dan bersih1 x
Couple time bersama suami, mengurangi penggunaan gadget saat hari libur 1 x
Menyediakan waktu khusus anak bersama ayah seharian1 x
  •  Indikator sebagai Ibu 
Karena belum menikah, secara otomatis saya pun masih belum memiliki anak. Dari hasil pengamatan saya terhadap pasangan - pasangan yang telah menikah dan memiliki anak, maka versi saya mengenai indikator yang ingin saya capai ketika sudah menjadi ibu, diantaranya ialah 

Indikator Sebagai Ibu
Usia Anak
Indicator
Waktu Minimal
/ Hari / Minggu / Bulan
Di Kandungan
Rajin kontrol dan memeriksakan kondisi kandungan 1 x
Menjaga asupan makanan yang bergizi1 x
Mendengarkan Murotal1 x
Rutin Berkomunikasi (Bercerita tentang ayah, sanak saudara, dan cerita - cerita baik lainnya)1 x
Bayi - Balita
MengASIhi secara Eksklusif selama 6 bulan dan tetap memberi ASI sampai usia 2 tahun
Memantau dan mencatat tumbuh kembang anak sesuai dengan usia setiap saat 
Membuat sendiri menu MPASI untuk anak sampai anak usia 2 tahun
Membuat DIY mainan bersama anak 1 x
Belajar mengenalkan adab, akhlaq, dan islam melalui cerita - cerita sebelum tidur1 x
Tidak mengajarkan anak untuk berkata bohong meski untuk hal - hal simpelsetiap saat
Melatih anak untuk terbiasa mengucapkan tolong, maaf, dan terimakasih ketika melalukan suatu halsetiap saat
Anak Usia Sekolah
Tetap memantau ilmu yang telah diberikan kepada anak saat masih kecil setiap saat
Menemani Anak Membuat PR1 x
menjadi ibu yang adilketika sudah memiliki anak > 1
Memilihkan sekolah yang bernuansa islami dimulai saat sekolah TK
Menjadi orangtua yang terbuka terhadap kritik dan saran anak setiap saat
Membuat jadwal playdate bersama anak 1 x
Dalam pembuatan indikator ini, menggunakan kunci SMART, yaitu  
- Specifik : Unik / Detail
- Measurable : Terukur
- Achievable : Bisa Diraih, Tidak terlalu susah dan terlalu mudah
- Realistic :  Berhubungan dengan kondisi lingkungan sehari - hari 
- Timebond : Berikan batas waktu 

Demikian paparan checklist indikator profesionalisme perempuan versi saya. Karena untuk menjadi ibu profesional berawal dari diri sendiri, maka untuk saat ini saya sedang berusaha menerapkan indikator sebagai individu yang telah saya tulis dalam kehidupan sehari - hari yakni dengan membuat checklist tiap hari dan di akhir bulan saya akan mereview hasil checklist apa saja yang sudah tercapai dan apa saja yang belum tercapai. Semoga ketika sudah menikah dan memiliki anak, saya bisa merealisasikan semua yang saya tulis disini. Aamiin ...

Rabu, 01 Agustus 2018

NHW#1 : Pembelajaran di Universitas Kehidupan

Setelah beberapa minggu mengikuti rangkaian perkenalan kelas, akhirnya saya sampai pada pekan pertama Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6. Sebelum kelas benar - benar dimulai, Team Matrikulasi mengadakan stadium generale yang dilaksanakan di platform telegram. Adapun pamateri dari stadium general ini disampaikan oleh Ibu Septi Peni Wulandari selaku founder dari Institut Ibu Profesional. Penyampaian materi serta diskusi berlangsung cukup singkat, rapih, dan tertata serta memberikan banyak inspirasi. Berakhirnya stadium generale ini juga menandakan bahwa kelas MIIP Batch 6 resmi dimulai.

Di minggu pertama kelas MIIP ini, kami diberikan materi tentang Adab Menuntut Ilmu. Materi ini sangat tepat diberikan di awal kelas mengingat adab harus diterapkan terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu sehingga nantinya ilmu tersebut bisa kami amalkan dalam kehidupan sehari - hari. Kami juga mulai diberikan Nice Homework (NHW) Pertama. NHW merupakan tugas yang harus dikerjakan peserta matrikulasi sebagai syarat kelulusan, sebagai sarana berlatih sekaligus untuk mengikat ilmu yang kami dapatkan selama mengikuti kelas MIIP. Walaupun hanya diberikan empat butir pertanyaan, namun untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan tersebut butuh pemikiran serta perenungan yang panjang dan pastinya setiap peserta akan memiliki jawaban berbeda tergantung dari kondisi dan minat masing - masing individu. 

Sebenarnya ada banyak jurusan ilmu kehidupan yang ingin saya pelajari. Namun dalam NHW kali ini kami diarahkan untuk fokus memilih satu jurusan. Setelah beberapa hari mencari, menggali serta merenungi dalam - dalam, akhirnya saya memutuskan untuk memilih ilmu kehidupan rumah tangga sebagai jurusan ilmu kehidupan yang akan saya tekuni di masa depan. Kenapa ilmu tersebut ? Kenapa tidak yang lain ? Alasannya cukup simpel karena ilmu kehidupan rumah tangga merupakan ilmu yang mencakup banyak aspek, dalam berumah tangga proses pembelajarannya pun termasuk panjang dan tidak lantas berhenti setelah kita menikah. Untuk itu perlu bekal ilmu yang banyak serta matang supaya kita tidak tersesat ataupun kehilangan arah nantinya. Proses awal peradaban terbentuk juga dimulai dari sebuah rumah tangga. Ketika kita sudah menikah, kita selayaknya harus sudah menyiapkan bekal menjadi orangtua, seorang suami maupun istri disini memiliki peranan yang yang sama - sama penting untuk mendidik serta membentuk kepribadian anak. Dalam Ebook 3 Hari Siap Jadi Orangtua karya Ardiar Estri Mardisiwi dan Kenniko Okta Putra menjelaskan bahwa orang tua diibaratkan sebagai sayap yang dibutuhkan oleh seorang anak untuk terbang tinggi ke angkasa. Peran Ibu mengasah kepekaan rasa, sedangkan ayah memberi makna terhadap logika. Kedua peran ini sangat dibutuhkan seorang anak agar siap dalam menghadapi kehidupannya.

Hal - hal tersebut diatas tidak mungkin bisa terwujud jika saya hanya menuliskan saja tanpa ada aksi tindakan yang saya lakukan. Beberapa hal yang saya mulai lakukan sebelum saya benar - benar memulai kehidupan berumah tangga ialah 
  • Membaca buku - buku inspiratif seputar pra nikah, menikah, dan parenting 
  • Mengikuti kelas online dan offline seputar pra nikah, menikah, dan parenting 
  • Bergabung dengan komunitas yang berkaitan ilmu tersebut, misalnya komunitas Institut Ibu Profesional
  • Belajar memetik hikmah dari setiap tulisan ataupun cerita dari orang - orang yang sudah menikah baik orang sekitar maupun dari public figure.
  • Mengikuti kajian memperkokoh keimanan
Adapun berkaitan dengan adab dalam menuntut ilmu, ada beberapa hal yang ingin saya perbaiki dalam proses menuntut ilmu tersebut diantaranya ialah 
  • Belajar meluruskan niat, selama ini saya sering belajar mengikuti sesuatu hanya ikut - ikutan saja, ingin dianggap keren. Niat awal yang salah inilah yang membuat hasil dari apa yang kita lakukan menjadi sia - sia. 
  • Selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap proses pembelajaran.
  • Belajar untuk selalu berkomitmen, tetap konsisten dan bersungguh - sungguh dalam mencari ilmu, serta tidak mudah menyerah
  • Membuat buku catatan agar ilmu yang didapat tetap diingat dan tidak hilang begitu saja
  • Belajar untuk ber-tafskiyatun nafs, terkadang saya masih sering berprasangka buruk, tidak jarang membicarakan orang lain. Maka saya perlu membersihkan jiwa ini dari hal - hal tersebut agar ilmu yang saya pelajari bisa terserap dengan baik. 
Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah senantiasa ridho dengan apa yang saya tulis disini. 
Alhamdulillah setelah beberapa hari , akhirnya tugas ini bisa terselesaikan juga.
Semangat dear myself :) 



Jumat, 27 Juli 2018

Aliran Rasa : Perjalanan Awal di Kelas Matrikulasi IIP


Beberapa hari belakang, mayoritas topik yang saya bicarakan dengan beberapa teman ialah tentang rasa antusias mengikuti kelas Matrikulasi IIP Batch 6 ini. Sejujurnya saya memang sedang semangat belajar mendalami ilmu seputar pra nikah, menikah, parenting, serta pengembangan diri. Mungkin dikarenakan kekhawatiran saya ketika membayangkan hidup berumah tangga, apakah nantinya saya bisa menjadi istri atau orang tua yang baik bagi keluarga saya, entahlah saya pun masih belum mengetahui, tetapi saya selalu berharap bisa menjadi serta memberikan yang terbaik untuk keluarga saya di masa depan.  

Awalnya saya merasa sedikit malu, agak minder, dan canggung. Seseorang yang jangankan memiliki anak, bahkan pasangan saja masih belum ada tiba - tiba bergabung di sebuah grup yang mayoritas pesertanya ialah ibu - ibu. Namun setelah sekitar 2 minggu masuk di kelas Foundation hingga saat ini di kelas Matrikulasi, rasa tersebut perlahan memudar. Dalam grup yang tergolong dalam Matrikulasi IIP Batch 6 Kelas Jateng 2 ini semua peserta terlihat sama, yakni perempuan yang sama - sama ingin belajar menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat, baik bagi diri sendiri, maupun perannya sebagai ibu sekaligus istri.

Kamis, 05 April 2018

One Day Trip : 10 Jam di Kota Cireboooon

Hallo apa kabar? lama menghilang tiba - tiba hari ini aku merindukan blog. Banyak hal yang pengen aku ceritain disini terutama tentang hidupku apalagi perjalanan menemukan pasangan hidup yang sampai saat ini belum kunjung menemukan titik terang (ups jadi curcol deh, hihi...)

Jadi hari ini aku pengen cerita tentang liburan long weekend-ku kemarin, yaaps this is my first trip to cirebooooon. Bermula dari obrolan chatku dengan mba Dinda, teman sekamarku saat mengikuti training pekerjaan di Jakarta, kami memutuskan untuk bertemu kembali untuk mengobati kerinduan masing - masing. Kebetulan mba Dinda dan keluarganya memang berencana liburan ke Cirebon sehingga sekalian mengajakku untuk bertemu disana. Ajakan tersebut aku sambut dengan riang gembira, apalagi jarak Tegal - Cirebon bisa dibilang dekat, bisalah yaa kalo pergi kesana seorang diri, hehehe..

Perjalananku dimulai pagi hari, tepat pukul 6 pagi aku udah siap menuju Terminal Tegal untuk mengecek jadwal keberangkatan bus yang menuju ke Cirebon hari itu, sayangnya aku harus menelan kekecewaan lantaran Bus COYO yang ingin aku tumpangi memiliki jadwal berbenturan dengan ittenary-ku di Cirebon. Aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan kembali lagi ke Terminal pukul 8 pagi. Setelah bertanya warga sekitar kuputuskan untuk menaiki Bus SAHABAT. Bis ini merupakan bus tipe ekonomi, sehingga harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan bus PATAS. Untuk tarif Tegal - Cirebon ini dikenakan Rp 25.000,- sekali jalan, namun perlu waspada kalo kita terlihat seperti baru pertama naik bus, tarif yang dikenakan akan dipatok jauh lebih mahal dari harga umumnya, untuk itu kita perlu bertanya - tanya terlebih dahulu sebelum memutuskan naik bus tersebut. Oia kita juga harus siap dengan segala konsekuensi menumpangi bus ekonomi, misalnya jadwal pemberangkatan yang ngaretnya naudzubillah, kecepatan bus yang lebih lambat dari siput berjalan, pedagang dan pengamen bersliweran, bahkan menjumpai sopir dan kernet bus yang merokok, mainan hp, serta tidak memakai sabuk pengaman sepanjang perjalanan. Beruntungnya bus ini memiliki fasilitas AC, sehingga mampu meredam emosiku melihat keadaan bus yang sedemikian rupa. Sedikit tips jika ingin menaiki bus ekonomi, usahakan untuk mencari tempat duduk yang dekat dengan pintu keluar, usahakan didepan sehingga jika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, kita bisa dengan mudah untuk keluar dari bus tersebut. Misalnya saat keadaan dimana kita udah muak suasana bus tersebut, hehe.

Kita Pernah Saling Mengusahakan Hingga Akhirnya Asing Kembali

Hari ini, secara resmi aku menjadi seseorang yang pernah menjadi istri. Aku menyaksikan sendiri bagaimana laki-laki yang dulu be...